Sabtu, 09 Februari 2019

ASAL USUL MUNCULNYA BACAAN DZIKIR


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Seperti yang kita ketahui bacaan dzikir terdiri dari bacaan :
SUBHANALLAH
ALHAMDULILLAH
LAA ILAAHA ILLALLAH
ALLAHU AKBAR
LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL'ALIYYIL'AZHIM

Mengenai asal mulanya bacaan dzikr menurut Abdullah bin Abbas رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
meriwayatkannya yang isinya kurang lebih sebagai berikut:
Ketika Allah ﷻ menciptakan ‘Arsy,
Dia perintahkan kepada sejumlah malaikat untuk memikulnya.
Kemudian, mereka merasakannya sebagai sebuah beban yang agak berat.
Karena itu Allah ﷻ berfirman kepada mereka, “Katakan SUBHANALLAH ”
Lalu, para malaikat mengucapkan kalimat itu, hingga ringanlah beban pikulan mereka.
Sejak saat itu mereka mengucapkan kalimat "SUBHANALLAH"
tersebut sepanjang zamannya sampai kemudian Allah ﷻ menciptakan Nabi Adam عليه السلام

Ketika Allah ﷻ ciptakan Adam عليه السلام, Adam عليه السلام tiba tiba bersin.
Allah ﷻ mengilhamkan kepadanya agar mengucapkan "ALHAMDULILLAH"
dan Adam عليه السلام pun mengucapkannya.
Usai Adam عليه السلام mengucapkan kalimat tersebut,
Allah ﷻ kemudian menjawabnya dengan kalimat,
“Yarhamukallah : semoga Allah menyayangimu.
Dan dengan rahmat serta kasih sayang sajalah maka aku menciptakanmu.”
Para malaikat kemudian berkata,
“Ini adalah kalimat yang sangat agung, karena itu ia tidak layak untuk dilalaikan.”
Mereka pun kemudian menggabungkan kalimat ini dengan kalimat sebelumnya,
sehingga mereka membacanya menjadi  "SUBHANALLAH WALALHAMDULILLAH".
Dan, dengan dua kalimat ini terasa lebih ringan bagi mereka memikul ‘Arsy.

Kemudian dua kalimat ini mereka sebut-sebut dalam zikir mereka sampai Allah ﷻ
mengutus Nabi Nuh عليه السلام. Umat Nabi Nuh عليه السلام adalah umat pertama yang
menyembah berhala dan menjadikannya sebagai Tuhan.
Kemudian, Allah ﷻ mewahyukan kepada Nuh عليه السلام untuk menyampaikan
kepada kaumnya kalimat " LAA ILAAHA ILLALLAH " tiada tuhan selain Allah’.
Nuh عليه السلام pun dengan penuh taat menyampaikan kalimat tersebut kepada kaumnya.
Mendengar kalimat ini para malaikat merasa sangat berbahagia.
Mereka kemudian menggabungkan kalimat terakhir ini dengan dua kalimat sebelumnya,
sehingga mereka membaca sepanjang waktu kalimat-kalimat
" SUBHANALLAH WALALHAMDULILLAH WALAA ILAAHA ILLALLAH "

Sampailah kemudian Allah ﷻ mengutus Nabi Ibrahim عليه السلام
Ketika Allah ﷻ mengutus Nabi Ibrahim عليه السلام dan memerintahkannya untuk
berkorban dan menyembelih seekor domba sebagai ganti dari putranya Ismail عليه السلام,
seketika itu dia berkata "ALLAHU AKBAR" sebagai ungkapan rasa senang dan gembira.
Para malaikat pun berkata, “Sungguh indah kalimat yang keempat ini.”
Dan, mereka pun menggabungkan kalimat ini dengan tiga kalimat sebelumnya,
sehingga mereka membaca sepanjang zaman kalimat-kalimat :
" SUBHANALLAH WALALHAMDULILLAH WALAA ILAAHA ILLALLAH WALLAAHU AKBAR"

Ketika riwayat ini disampaikan oleh malaikat Jibril عليه السلام kepada Nabi Muhammad ﷺ,
dengan nada takjub Nabi ﷺ berkata :
"LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL'ALIYYIL'AZHIM"
Mendengar kalimat tersebut kemudian malaikat Jibril عليه السلام menggabungkan
kalimat terakhir ini dengan empat kalimat sebelumnya sehingga menjadi:
"SUBHANALLAH WALALHAMDULILLAH WALAA ILAAHA ILLALLAH WALLAAHU AKBAR
WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL'ALIYYIL'AZHIM"

Dan hingga saat ini kalimat tersebut masih sering diucapkan,
bahkan mungkin sampai akhir jaman.
Ingat tanda kiamat kubro adalah sudah tidak terdengarnya lafad Allah ﷻ di alam bumi ini,
baik dari dzikr atau orang adzan sehingga tidak ada yang mendirikan sholat dan seterusnya.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad.

Wallahu a'lam.

Semoga bermanfaat
Silahkan share

Sumber :
"Kitab Tanbihul Ghafilin"
Pengarang Kitab Tanbihul Ghafilin adalah Abu al-Layts al-Samarqandi
(wafat pada tahun 373H atau 983 M).
Nama lengkapnya adalah Abu al-Layts Mudar Nasir ibn Muhammad al-Samarqandi,
seorang Sufi dan Ahli Hukum mazhab Hanafi yang disegani

Jumat, 08 Februari 2019

KENAPA KALAU PEREMPUAN WUDU HARUS BUANG AIR KECIL TERLEBIH DAHULU?

Kita belajar ilmu fiqih bareng-bareng yuk...
Ada yg tahu maksudnya pipis dulu sebelum wudhu ?

tentang ibu2....rempong dengan mbak2... nya yg hbis pulang dari pondok..,.
Mbak,...... tanya dong!!..... Saya sering lihat
mbak2 santri kalau mau sholat, wudlu ribet banget,
katanya WAJIB pipis dan WAJIB lepas celana dalam.
Emang ada dalil yg mewajibkan itu semua.....?

JAWAB : Ndak ada dalilnya say,,,,,,,Cuman ketika
hendak sholat kan memang harus suci
tubuh,baju,mukena plus tempatnya.
Yuk...Kita Bahas dari Segi Tubuhnya.
Kita mulai dr tubuh yaaa,,,,
Untuk setiap perempuan memiliki ruthubatil farji
(keringat vagina) , yg selalu basah/lembab diarea
kewanitaannya.
dalam hal ruthubah (Cairan) ini dibagi menjadi tiga,
ada rutubah (Cairan)yg kluar dari dalam,
ada yg kluar dr area tengah2,
ada yg kluar dr luar (bibir vagina).
-Jika ruthubah keluar dr dlm, jelas najis dan harus
dibasuh,
-Jika dr tengah, maka ada qoul yg bilang najis dan
ada yg bilang tdk najis,
-Jika yg kluar dr luar atau area bibir farji maka
sepakat ulama tdk najis.
Dlm hal ini, hanya dokter kewanitaan yg bs
mendeteksi itu kluar dr dlm,tengah atau luar.
Kalo kita ndak bs membedakannya setiap saat.
Untuk cairan yg keluar dari vagina wanita adakalanya cairan itu putih bening atau kuning encer, yg biasanya keluar ketika muncul syahwat cairan ini dinamakan madzi.
Lalu cairan yg berwarna putih,keruh kental yg biasa keluar setelah kencing atau ketika mengangkat beban berat cairan ini dinamakan wadzi.
Kedua cairan tersebut najis jadi harus disucikan ketika hendak sholat maka dari itu dianjurkan melepas CD membersihkan vagina kemudian baru berwudlu.
Untuk bersuci ,Diutamakan air pancuran atau air yg mancur bisa dengan selang atau shower .jika gak ada,boleh dengan menggunakan gayung.

Ketika mau mensucikan dg stengah berdiri mohon maaf paha jgn nyingkup, utk memudhkan membersihkan lebih baik dibuka agar lipatan bisa terjangkau. Jika sudah dibersihkan baru di basuh dri puser kebawah.

Semua wanita memang mengeluarkan cairan (keputihan) tapi ini bisa di hindari / mengurangi dengan menjaga kebersihan farji, caranya setelah pipis keringkan pakai handuk kecil kusus buat itu, pastikan harus kering karena cairan itu keluar karena farji yg lembab.

Jika terpaksa pipis dengan jongkok di toilet,maka posisinya di balik badannya, jangan posisi seperti BAB dan air pipisnya jangan di jatuhkan pas di air tp agak ke pingir biyar tidak mbalik airnya ke tubuh/CD dan di saat membersihkan jg posisinya sama tp pelan2 aja saat menyiramkan airnya.

Dari keterangan dia atas , demi berhati2, kita diharuskan
membasuh area kewanitaan sebelum berwudlu Alias
pipis dulu. Pahaaaaammm???
Lanjuuut,,,,
Sekarang Pakaian.
Baju harus suci,,,, kalo baju insyaAlloh yakin suci,
Tapi kalo celana dalam (CD) .....?.?.?
Hati hati ya,,, CD hrs dilepas semua ketika pipis,
jgn sampai dilepas sampai lutut ajah,trus pipis
sambil ndodok, uda dipastikan CDnya ikut kena
najis krn kena percikan pipis.
Khusus kangge perempuan.
Ketika bersuci utk perempuan sehabis pipis, jangan sambil duduk(nongkrong) dikarenakan ketika menyiramkan air, pasti percikan air akan kembali ke bagian tubuh, mohon maaf apalagi jika cd ga dilepas. Di perparah jika dikloset, klosetnya mengandung air. Sudh pasti percikan tersebut kembali kebagian tubuh.

Jika sambil berdiri sempurna... Air utk bersuci tidk merata, mohon maaf krn wanita area tersebut banyak lipatan.

Lebih baik bersuci setengah berdiri, akan mudah dibasuh lipatan, juga Akan meminimalkann percikan air yg kembali ketubuh, meskipun ada percikan itu dibagian kaki... Dan mudah disucikan

Lanjuuuut,,,

Mukena,,,, kenapa ada sebagian ponpes yg mewajibkan mukena terusan....?? Kenapa tak boleh
mukena potongan...???

Sebab mukena potongan susah untuk sah sholatnya. Kok bisa????

Bisa doooong,,,, penjelasannya panjang gaessss,,,,

Yg jelas,Pelajaran seperti ini hanya ada di ponpes, tdk ada di sekolah2 umum,. Makanya mondok!!!

1 MUKA, Muka memang buknlh aurot wanita ketika, sholat jadi hati2lh, ketika menggunakn mukena, biasanya Pr yg memakai mukena potongan maupun tidak, menaruh tempat dagunya pas dibatas leherr, bukan didagu,, pdhl Dr batas leher sampai dagu itu bukan trmasuk wajah, JD harus tertutup,

2, TANGAN, disini yg tidak trmasuk Aurot sholat, adlh telapak tangan,
JD Ketika yg sholatnya menggunakan mukena potongan haruslah sangat hati2,

Ketika takbir, biasanya mengangkat tangan beserta mukenanya(saya Kira prakteknya udh tau) maka saat iTu pula, apabila tmn2 tidak memakai baju panjang, bisa JD seluruh tngn anda kelihatan, iTu bisa membuat sholat anda tidk sah, ato harus diulang. Maka lebih amannya menggunakan mukena terusan.

ketika rukuk, apabila mukena potonganya tidak panjang, bisa jadi Ketika rukuk Kalo dilihat Dr tempat sujud kok aurotnya kelihatan , maka tidak sah,

kaki, Ini sering sekali saya lihat, banyak orang yg memakai mukena potongan apalagi yg bawahnnya pendek.

untuk jidat usahakan Dr Alis sampai slayer atop daleman, lebarnya kurang lebih 3 jarii, gituuu say..
maka dari ituu belajar beribadah jangan asal asalan saja...

yuuuuuukkk anak anak kita.. masukin ke pondok pesantren yang benarr..karena belajar ibadah disitulah tempat nyahhh...

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa  sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Kamis, 07 Februari 2019

Bidah

بِسْــــــــــــــــــم ِٱللّٰهِ ٱلرَّحْمٰنِ ٱلرَّحِيم

BID'AH ITU SESAT, TAPI LANCANG MEMBID'AHKAN LEBIH SESAT

KESESATAN ITU BURUK, TAPI LANCANG MENYESATKAN JAUH LEBIH BURUK

KAFIR ITU SANGAT CELAKA, TAPI LANCANG MENGKAFIRKAN JAUH LEBIH CELAKA
.
BID’AH

Sebagian orang mengambil dalil yang bersifat umum dalam metetapkan hukum bid'ah, seperti menggunakan hadits di bawah ini:

عَنْ أم المؤمنين عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ
[متفق عليه]
وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam agama kami ini maka akan ditolak." [HR Bukhari dan Muslim]
Dalam riwayat yang lain oleh Imam Muslim: "Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak mempunyai dasar dalam agama kami, akan ditolak"

Dalil lain menyebutkan :

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَ كُلُّ ضَلاَلةٍ فِى النَّارِ (ص. مسلم و النسائي )
“Tiap-tiap bid’ah itu sesat dan tiap-tiap kesesatan itu (tempatnya) neraka”

Makna dari dalil-dalil tersebut bersifat umum (Al-'Aam). Jika langsung diterapkan maka bid'ah tersebut menjadi tanpa batas. Padahal dalam penetapan hukum selalu dengan batasan-batasan, syarat-syarat, 'illat hukum dsb. Dalil yang bermakna umum tersebut perlu dirinci dengan ijtihad, penggunaan metode syari'ah yang komperhensif sehingga mencapai maqoshidul ahkam.

Status hadits-hadits tersebut tidak ada yang mendho'ifkannya, semua pihak menerima sebagai dalil syari'at, namun dalam memahami (mengamalkan) hadits tersebut terdapat dua golongan yang berbeda. Perbedaan itu muncul karena perbedaan ijtihad.

PERBEDAAN IJTIHAD:
Tidak adanya ketegasan dari Allah dan Rasulullah tentang apa yang dimaksud dengan bid’ah itu.
GOLONGAN PERTAMA:
Memahami hadits tersebut secara mutlak, bahwa setiap perkara baru yang tidak ada diajarkan/dicontohkan oleh Rasulullah adalah bid’ah.
GOLONGAN KEDUA:
Memahami bahwa bid’ah itu terbagi dua, yakni bid’ah hasanah (baik) dan bid’ah sayyiah (sesat).

والله أعلم

Al Habib Achmad Masyhur Bin Thohir AlHaddad

Maaf jika ini terlalu panjang
niat hati,agar ana pribadi dan sahabat2ku bisa lbh mengenal wali Allah

Baqiyyatus Salaf wa Sayyidul Khalaf, al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad.

Al-Habib Ahmad Masyhur bin Thaha Al-Haddad adalah salah seorang generasi Alawiyin yang paling berpengaruh di benua Afrika Timur dan biasanya digelar sebagai seorang Mujaddid di sana.

NASAB :
Habib Ahmad Masyhur bin Thaha bin ‘Ali bin ‘Abdullah bin Thaha bin ‘Abdullah bin ‘Alwi bin Muhammad bin ‘Abdullah bin Thaha bin ‘Umar (adik bungsu kepada al-Imam ‘Abdullah al-Haddad) bin ‘Alwi bin Muhammad bin Ahmad bin Abdullah bin Muhammad al-Haddad bin ‘Alwi bin Ahmad bin Abi Bakar bin Ahmad bin Muhammad bin ‘Abdullah bin al-Faqih Ahmad bin ‘Abdurrahman bin ‘Alwi (Ammu al-Faqih) bin Muhammad Shahib Mirbath bin ‘Ali bin ‘Alwi Khali’ Qasam bin Muhammad bin ‘Alwi bin Ubaidillah bin Sayyidina al-Muhajir ilaLlah Ahmad bin ‘Isa al-Rumi bin Muhammad an-Naqib bin ‘Ali al-Uraidhi bin Ja’far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin ‘Ali Zain al-‘Abidin bin al-Hussin al-Sibth bin ‘Ali suami Fathimah al-Zahra’ binti Muhammad Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم.

LAHIR:
Dilahirkan di kota Qaidun yang terletak di Wadi Dau’an, Hadramaut sekitar tahun 1325H yang bersamaan dengan 1907M, oleh ibundanya, Hababah Shofiyyah binti Thohir bin Umar al-Haddad. Ayahanda beliau, Habib Thoha bin ‘Ali bin ‘Abdullah al-Haddad adalah seorang waliyullah yang khumul dan mastur, yang menghabiskan sebahagian besar usianya di Indonesia. Menjelang penghujung usia, barulah beliau kembali ke Hadramaut dan wafat disana. Bunda beliau, Hababah Shofiyyah adalah seorang ‘arifahbiLlah dan huffadz al-Quran.

Baqiyyatus Salaf wa Sayyidul Khalaf, Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad adalah seorang ulama, wali dan da`i dari keturunan Habib ‘Umar bin ‘Alawi al-Haddad yang merupakan adik bungsu kepada al-Imam Habib Abdullah bin Alwy  al-Haddad. Beliau dilahirkan sekitar tahun 1325H di Qaydun oleh seorang hababah sholehah lagi hafaz al-Quran iaitu Hababah Shofiyyah binti Thohir bin ‘Umar al-Haddad.

MENUNTUT ILMU :
Al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad mendapat pendidikan awal daripada ibundanya, Hababah Shofiyyah. Suatu ketika, tatkala al-Imam al-Habib Hasan al-Atthas (wafat 1334H) berkunjung ke ribath Qaydun, Hababah Shofiyyah telah menyuruh anaknya, al-Habib Ahmad Masyhur yang ketika itu berusia sekitar 7 tahun, untuk melaksanakan sholat dibelakang al-Habib Ahmad bin Hasan bin Abdullah al-Atthas untuk mendapatkan keberkatan, kemudian al-Habib Ahmad bin Hasan al-‘Atthas membacakan al-Fatihah baginya.

Seterusnya al-Habib Ahmad Masyhur mendapat pendidikan di Ribath Qaydun dari daripada dua ulama besar dari keluarga al-Haddad, pengasas kepada rubath tersebut iaitu Habib ‘Abdullah bin Thohir al-Haddad (wafat 1367H) dan saudaranya Habib ‘Alwi bin Thohir al-Haddad (wafat 1382). Di bawah dua ulama ini, Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad mendalami lagi pengetahuan agamanya dalam bidang fiqh, tauhid, tasawwuf, tafsir dan hadits. Dalam usia muda, beliau telah hafal al-Quran dan menguasai berbagai lapangan ilmu agama sehingga diberi kepercayaan untuk mengajar pula di rubath tersebut. Habib Ahmad yang tidak pernah jemu menuntut ilmu turut menangguk ilmu di Rubath Tarim dengan para ulama yang mengajar di sana, diantaranya al-‘Allamah al-Habib ‘Abdullah bin Umar asy-Syathiri (wafat 1361H), al-‘Allamah al-Habib ‘Abd al-Baari bin Syeikh al-Aidarus dan ramai lagi.

Tatkala usia Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad menginjak 20, beliau telah dibawa oleh gurunya Habib ‘Alwi bin Thohir al-Haddad ke Indonesia. Di sana selain berdakwah, beliau bertemu dan meneruskan pengajian dengan ramai lagi ulama dari kalangan Saadah ‘Alawiyyin di sana, antaranya al-Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdhar (wafat 1344H), al-‘Arifbillah al-Habib ‘Abdullah bin Muhsin al-Atthas (wafat 1351H), Al-‘Allamah al-Habib ‘Alwi bin Muhammad bin Thohir al-Haddad (wafat 1373H), al-‘Allamah al-Mu’ammar al-Habib ‘Ali bin ‘Abdurrahman al-Habsyi (wafat 1388H) dan ramai lagi. Kemudian al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad ke Mukalla untuk belajar kepada al-‘Arifbillah al-Habib Ahmad bin Muhsin al-Haddar. Beliau adalah antara guru yang banyak memberi kesan dari sudut rohani kepada al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad.

PERIBADI :
Beliau adalah seorang yang sentiasa menjaga wirid harian dan sholat-sholat sunnah. Tidak pernah meninggalkan sholat malam walaupun beliau dalam musafir. Pendekata, kehidupan yang beliau mencontohi kehidupan nendanya, Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم. Setiap gerak geri, tuturkata dan senyuman beliau menyegarkan ingatan para pencintanya akan kehadiran Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم. Tiada yang melihat wajah beliau melainkan akan mengingati Allah. “Haibah” padanya menyebabkan orang yang melihat beliau berasa hormat, namun kelembutan dan hormatnya pada semua orang, melembutkan hati mereka yang hadir ke maslis beliau. Mereka akan terlupa segala masalah dan dapat menikmati pengalaman diterima oleh seseorang yang cukup hampir dengan Allah dan RasulNya. Beliau menghabiskan usianya dengan beribadah dan berdakwah mengajak manusia kepada agama Allah. Beliau seorang yang sedikit berbicara dan banyak berfikir. Tawanya hanyalah berupa senyuman. Beliau berbicara mengikut tingkat pemahaman seseorang. Beliau berusaha keras untuk duduk bersama mereka yang dhaif, sakit dan miskin sengsara.

DAKWAH :
Pertama kali al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad mengembara ke Afrika Timur untuk berdakwah ialah pada tahun 1347H. Beliau memasuki walayah Zanzibar dan disambut dengan penuh penghormatan. Ketika itu di Zanzibar terdapat seorang ulama bernama al-Habib ‘Umar bin Ahmad bin Sumaith (foto sebelah). Pada bulan Ramadhan, al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad tinggal di Masjid Jami’ dan mengajar tafsir al-Quran, bermula dengan surah al-Faatihah. Selama 25 hari beliau membicarakan tentang firman Allah: إياك نعبد وإياك نستعين.

Pada tahun 1350/1 beliau kembali ke Afrika, dalam perjalanannya melaksanakan ibadah haji. Beliau memasuki pelabuhan utama Kenya, Mombasa. Sewaktu di Mombasa, beliau mendapat tahu mengenai al-Habib Sholih bin ‘Alwi Jamalullail (beliau di kenal dengan nama Habib Swalleh Jamallely oleh masyarakat tempatan) yang menetap di Lamu, Kenya. Beliaulah yang melaksanakan pembacaan Maulid Simtud Durar setiap tahun di Lamu, Kenya. Majlis maulid yang diselengara di di hadiri oleh masyarakat dari Malawi, Afrika Selatan, Mozambique, Pulau Komoro, Uganda, Somalia, Tanzania dan lain-lain (sehingga kini ianya masih diadakan dihadiri oleh ribuan orang).

Mendengar kehadiran al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad, Al-Habib Sholih Jamalulail mengutuskan anaknya ke palabuhan untuk menyambut al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad. Mereka bertemu dan bersama-sama menunaikan sholat dhuhur di Masjid al-Riyadh, Lamu. Sewaktu pertemuan ini al-Habib Sholeh bin ‘Alwi Jamalulail sudah berusia lebih kurang 80 tahun.

Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad menulis surat menceritakan keadaan di Afrika kepada guru beliau, al-Habib ‘Alwi bin Muhammad al-Haddad di Indonesia. Beliau juga menceritakan pertemuan beliau dengan al-Habib Sholeh Jamalullail.

Setelah itu, al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad kembali ke Kenya untuk meneruskan usaha dakwah dan menyebar risalah nendanya yang mulia, Junjungan Nabi صلى الله عليه وآله وسلم. Beliau menetap di Mombasa, Kenya. Dan dari situlah beliau melancarkan dakwahnya ke seluruh pelosok benua Afrika.

Pada tahun 1375H (1955), beliau berhijrah pula ke Kampala, Uganda dan menetap di situ sekitar 13 tahun. Beliau mendapat bantuan dan bimbingan dari al-‘Arifbillah al-Habib Umar bin Ahmad bin Sumaith yang menetap di Zanzibar. Al-Habib Umar bin Ahmad bin Sumaith sering menjunjungi al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad di Kenya. Dan pada tahun 1376H, beliau menziarahi al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad di Kampala.

Habib Ahmad dengan sungguh-sungguh dan gigih memanfaatkan masa dan tenaga beliau untuk berdakwah menyeru umat kepada agama yang diredhai Allah walaupun beliau terpaksa meredah hutan dan merentasi gurun untuk sampai ke perkampungan-perkampungan di Afrika seperti kawasan daerah Aqzam, sebuah kawasan pendalaman yang terpencil di Conggo. Dan hasil dari kegigihan dan kesungguhan beliau berdakwah, sepanjang berada di bumi Afrika, ratusan ribu yang memeluk agama Islam ditangan beliau.

Di samping itu beliau turut mengorbankan harta bendanya untuk agama dengan membangunkan banyak masjid dan madrasah dalam rangka dakwahnya di sana. Untuk memudahkan usaha dakwahnya, al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad mempelajari bahasa Swahili iaitu bahasa yang digunakan oleh penduduk Timur Afrika. Di dalam bergaulan hariannya, al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad mengunakan bahasa Swahili untuk berkomunikasi. Namun di majlis-majlis umum beliau mengunakan bahasa ‘Arab untuk menyampaikan ceramah. Ini adalah kerana bahasa ‘Arab adalah bahasa al-Quran dan bahasa yang digunakan oleh nenda beliau, Sayyiduna Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم. Hal ini beliau lakukan untuk menegaskan betapa penting dan mulianya bahasa ‘Arab. Pada tahun 1389H, al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad kembali dari Uganda ke Kenya, dan kemudiannya menetap di sana. Beliau setiap tahun mengerjakan ibadah haji.

Banyak pemuda Afrika yang belajar dengannya, yang kemudian menjadi Qadhi, guru agama dan pendakwah. Beliau sendiri pergi ke segenap kawasan, hutan maupun gurun, untuk berdakwah terutamanya di Uganda, Congo, Tanzania dan negara-negara Afrika Timur lain. Beliau mendirikan banyak Masjid dan sekolah serta mengislamkan banyak orang di sana.

Usaha dakwah Al-Habib Ahmad di Kenya dan Uganda telah menyebabkan peningkatan yang begitu besar jumlah ummat Islam. Sebagai seorang guru yang tidak pernah mengenal penat, masyarakat yang menginginkan ilmu, barakah atau nasihat berbondong-bondong datang ke rumahnya. 

Ulama ahlulbait ini telah menaburkan jasa yang sangat besar di Afrika Timur. Menurut Syeikh Yahya Rhudus, beliau telah mengislamkan lebih dari 300,000 orang selama berdakwah di bumi Afrika Timur. Dan ada yang mengatakan bahwa beliau telah mengislamkan lebih dari 500, 000 orang. Tidak syak lagi ini adalah salah satu karomah yang Allah anugerahkan kepada beliau.

Al-Habib Ahmad Masyhur benar-benar menghambakan diri sepenuhnya hanya untuk Allah. Beliau sentiasa menjaga wirid dan solat sunnah. Tidak pernah tinggal untuk bangun menunaikan Qiamullail hatta ketika musafir.

Setiap gerak, kalimah dan senyuman beliau menyegarkan ingatan kita akan kehadiran Rasulullah. Tiada yang melihat wajah beliau melainkan akan ingat Allah. “Haibah”nya menyebabkan mereka yang melihat merasa hormat, namun kelembutan dan hormat pada semua, melembutkan hati mereka yang hadir. Mereka akan terlupa segala masalah dan dapat menikmati pengalaman yang diterima oleh seseorang yang cukup dengan Allah dan RasulNya.

Di penghujung hayatnya, Al-Habib Ahmad sering bolak balik dari Afrika ke Makkah dan Madinah. Saat usianya sudah semakin lanjut, beliau menetap di Jeddah bersama keluarganya. Rumahnya sentiasa terbuka buat para tamu. Mereka mendapati dirinya seorang mursyid, pembimbing yang ikhlas dan seorang alim yang hebat.

KARANGAN :
Biarpun sibuk dengan berdakwah dan mengajar, al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad juga ada menulis. Diantara kitab-kitab karangan beliau tulis adalah:

Miftahul Jannah (merupakan kitab beliau yang paling masyhur. Telah diterjemahkan oleh murid beliau, Syeikh Musthafa Hasan al-Badawi ke dalam bahasa Ingeris dan ianya tersebar luas di Eropah. Juga ada diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia);
Majmu` Fatawa;
Syarh Nadzam Sa`id bin Nabhan;
Ad-Durratun Nafi`ah;
As-Sabhatuts Tsamina
Al-Maslak al-Faa`ih fi Ahkam ash-Shoid wa adz-Dzabaa`ih
Risalah fi Tadwin as-Sunnah an-Nabawiyyah

Di samping itu, beliau turut meninggalkan beberapa rangkaian ucapan sholawat yang indah dan penuh asrar dan keberkatan. Antara sholawat gubahan al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad adalah satu sholawat yang menyebut penciptaan Junjungan Nabi صلى الله عليه وآله وسلم. daripada nur kepunyaan Allah, yang berbunyi:-

Artinya :

Wahai Allah, Tuhan sumber cahaya alam semesta

Limpahkan sholawat atas Junjungan yang Engkau cipta

Dari nur milikMu ciptaan indah tiada tara

Dan ampunilah aku serta sinarilah hatiku yang alpa

Dengan makrifatMu terang bercahaya

Juga dengan makrifatnya akan diriMu yang Maha Mulia

Atas keluarga serta sahabat baginda limpahkanlah sama Limpahan sholawat dan salam sejahtera

Juga diceritakan oleh al-Quthub al-Habib Hasan bin 'Abdullah al-Haddad rahimahUllah bahawa sepanjang tempoh 40 hari sebelum wafatnya Imam al-Haddad rahimahUllah, beliau banyak berzikir dengan dua kalimah tasbih :

   " سبحان الله وبحمده , سبحان الله العظيم"

Pasti pilihan Habib Ahmad Masyhur untuk memperbanyakkan hari-hari akhirnya di muka bumi yang fana ini dengan ucapan tersebut punya rahasia yang tertentu. Sesungguhnya, dua lafaz tasbih tersebut merupakan suatu lafaz zikir yang jami` menghimpunkan ganjaran dan balasan yang tidak terkira-kira.

WAFAT :
Pada penghujung hayatnya, Habib Ahmad Masyhur bin Thoha al-Haddad sering berulangalik daripada Afrika ke Makkah dan Madinah. Tatkala usia beliau semakin lanjut, beliau memilih untuk menetap di Jeddah bersama ahli keluarga beliau. Pada hari Rabu, 14 Rajab 1416H bersamaan 6 Disember 1995M, di Jeddah dalam usia menghampiri 90 tahun, beliau kembali kerahmatullah. Jenazah beliau disholatkan di Jeddad diimamkan oleh Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki al-Hasani (al-Marhum) dengan kehadiran al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad as-Saqqaf. Jenazah beliau yang mulia kemudiannya telah dibawa ke Makkah dan disholatkan sekali lagi di hadapan Ka’bah al-Musyarrafah sebelum dimakamkan di Hauthah Saadah al-‘Alawiyyin di Jannatul Ma’la.

Kantong Bocor

Imam mesjidil haram almakki dalam khutbahnya mengatakan:

إحذروا الكيس المثقوب

Hati-hati dengan kantong yg bocor

" تتوضأ أحسن وضوء " لكــن. .. تسرف في الماء' كيس مثقْوب

Engkau telah berwudhu dgn sebaik-baik wudhu akan tetapi engkau boros memakai air, (itu sama dengan)
kantong bocor

" تتصدق عَلى الفقراء بمبلغ ثم .. تذلهم وتضايقهم *كيس مثقْوب.

Engkau bersedekah kepada fakir miskin kemudian, engkau menghina dan menyulitkan mereka, (itu seperti)
kantong bocor

تقوم الليل وتصوم النهار وتطيع ربك" لكــن. .. قاطع الرحم كيس مثقْوب

Engkau sholat malam hari, puasa di siang hari,  dan mentaati tuhanmu,  tapi engkau memutuskan (tali) silaturrahmi, (jelas itu adalah)
kantong bocor

تصوم وتصبر عَلى الجوع و العطش" لكـن .. تسب وتشتم وتلعن كيس مثقْوب

Engkau sabar dengan haus dan lapar,  tapi engkau menghina dan mencaci, (sama dengan)
kantong bocor

" تلبسين الطرحه والعباية فوق الملابس "لكـن .. العطر فواح كيس مثقْوب

Engkau memakai baju kerudung dan kebaya,  tapi minyak Wangi menyengat, (itu)
kantong bocor

تكرم ضيفك وتحسن إليه لكـن .. بعد خروجه تغتابه وتخرج مساوئه كيس مثقْوب

Engkau memuliakan tamumu dan berbuat baik kepadanya,  tapi setelah dia pergi engkau menggunjingkanya, (sungguh itu)
kantong bocor

أخيرا ً لا تجمعوا حسناتكم في كيس مثقْوب . تجمعوها بصعوبة من جهة .. ثم تسقط بسهولة من جهه أخرى..
يا رب اسألك لي ولأحبتي الهداية والغفران .

Pada akhirnya engkau hanya mengumpulkan kebaikanmu dalam kantong bocor,  satu sisi engkau mengumpulkan dengan susah payah kemudian engkau menjatuhkannya dg mudah di sisi lain.

Ya Rabb, kami mohon hidayah dan ampunan atas kami dan orang-orang yg kami cintai

عجائب الشعب العربي :

Keganjilan-keganjilan kaum muslimin umumnya :

1- لايستطيع السفر للحج لأن تكلفة الحج مرتفعه .. لكن يستطيع السفر رغبةً في تغيير الجو !
ألا إن سلعة الله غالية

1. Tidak mampu pergi haji karna biayanya besar,  akan tetapi sanggup pergi wisata mengganti suasana,
bukankah perdagangan Allah itu mahal

2- لايستطيع شراء الأضحية لغلاء السعر لكن يستطيع شراء آيفون لمواكبة الموضة.
ألا إن سلعة اللَّـه غالية

2. Tidak sanggup membeli hewan qurban karna harganya yg mahal,  tapi sanggup membeli iPhone sekedar ganti model. 
bukankah perdagangan Allah itu mahal

3- يستطيع قراءة محادثات تصل إلى ١٠٠ محادثه في اليوم ..
ولا يستطيع قراءة ١٠ آيات من القرآن بحجة ليس لديه وقت لقراءة القرآن
ألا إن سلعة الله غالية

Sanggup membaca chatingan hingga seratus percakapan tiap hari,  namun tidak sanggup membaca 10 ayat alquran  dengan dalih tiada waktu yg cukup untuk membaca.
bukankah perdagangan Allah itu mahal

قليل من سيرسلها لأنه يشعر بالحرج .

Sedikit yg mau menyebarkannya/ men share karena merasa berat..

تخيل ان الله يراك وانت تنشرها لاجله.

Angankan di benakmu bahwa Allah selalu melihatmu.. Dan engkau menyebarkannya karenaNya..

اذا اعجبتك الفكرة ..  فانشرها .
وإذا لم تعجبك .. فمر كأنك لم ترى شيئا.
يارب من يرسلها ترزقه من حيث لايحتسب

RIWAYAT SHOLAWAT ASYGHIL

Bacaan sholawat, atau doa dan pujian yang kita panjatkan kepada Allah untuk Nabi kita, Rasulullah SAW. ada banyak macamnya. Dari yang diajarkan Nabi sendiri hingga yang digubah oleh para ulama. Salah satunya adalah “Shalawat Asyghil“. Sholawat ini dahulu amat akrab di telinga kaum muslimin karena sering terdengar dari masjid-masjid dan mushola-mushola menjelang Maghrib. Selain itu, langgam pengucapan sholawat ini juga sangat enak didengar di telinga kita.

Sholawat ini menemukan momentum di kala kaum muslimin sedang dalam suasana genting. Isi dan sejarah Sholawat Asyghil (sibuk) akan kita cermati di bawah ini.

Konon Sholawat tersebut dipanjatkan oleh Imam Ja’far ash-Shadiq (wafat 138 H), salah seorang tonggak keilmuan dan spiritualitas Islam di awal masa keemasan umat Islam. Beliau hidup di akhir masa Dinasti Umawiyyah dan awal era Abbasiyyah yang penuh intrik dan konflik politik.

Bagi beliau, kekacauan politik tak boleh sampai mengganggu proses pelestarian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Saat itu, ilmu pengobatan, geografi, astronomi, kimia, sastra, mulai berkembang dan diminati. Maka di setiap Qunut, beliau berdo'a sebagaimana do'a yang ada dalam redaksi Sholawat tersebut .

Sholawat ‘Asyghil’ ini juga dikenal dengan sebutan Sholawat ‘Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan Baalawy’ (wafat 1122 H). Dikarenakan sholawat ini tercantum di dalam kitab kumpulan sholawat beliau, ‘al-Kawakib al-Mudhi’ah Fi Dzikr al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah’. Namun beliau hanya mencantumkan, bukan mengarang redaksinya.

Dan silsilah hingga kepada Beliau sebagai berikut:

Sulthān al-'Ulamā' al-Habīb Sālim ibn 'Abdullāh ibn 'Umar al-Syāthirī al-Tarīmī,
Dari al-'Allāmah al-Sayyid Musthafā ibn Ahmad al-Muhdhār,
Dari al-Imām al-Akbar al-'Ārif al-Asyhar al-Sayyid 'Aidrūs ibn 'Umar ibn 'Aidrūs al-Habsyī,
Dari al-'Allāmah al-Musnid al-Syaikh 'Abdullāh ibn Ahmad Bāsūdān al-Hadhramī,
Dari al-Sayyid al-Imām Hāmid ibn 'Umar Hāmid Bā'alawī al-Tarīmī,
Dari al-Imām Ahmad ibn 'Umar al-Hindwān

Sholawat ini pertama kalinya dipopulerkan di Indonesia melalui pemancar radio milik Yayasan Pesantren As-Syafi’iyyah yang diasuh ulama besar Betawi, almarhum KH Abdullah Syafi’i (wafat 1406 H). Sholawat ini dibawakan dengan nadzam (nada) yang sangat menyentuh hati, indah didengar dan terasa sejuk di hati pembaca dan pendengarnya.

Hikmahnya, seolah umat Islam tengah difilter dan diuji keimanannya. Rasa iman yang masih ada mendorong untuk melakukan “perlawanan” dalam setiap kedzaliman.

Salah satu senjata yang diandalkan oleh kaum muslimin adalah doa. Jangan remehkan doa kaum muslimin yang terdzalimi ditambah lagi dengan sholawat Nabi, menuntut Sang Pencipta untuk segera mengabulkannya.

Kuperhatikan, tak lama beredarnya anjuran untuk sholawat Asyghil, tokoh-tokoh yang selama ini getol ingin menyerang Islam (Islamophobia), selalu sibuk dengan aib-aibnya yang terbuka. Makar (konspirasi) untuk merusak dan memecah kekuatan kaum muslimin, langsung dibalas dengan tunai oleh Allah, dalam sebuah kegagalan konspirasi mereka.

Metode belah bambu, dengan meninggikan satu kelompok muslim dan menginjak kelompok muslim yang lain, selalu berakibat dengan terbongkarnya aib sang tokoh yang ditinggikan. Bahkan tak sedikit, followernya mulai cerdas dan meninggalkan pemimpin yang mulai asyik dengan godaan dunia. Bagi tokoh-tokoh yang “diinjak” selalu mendapat pembelaan umat dan semakin harum dengan keikhlasannya dalam dakwah Islam. Umat semakin tahu mana yang dakwah kepada Islam dan sebaliknya.

Ini lafadz Sholawat Agung tersebut

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

"Ya Allah, limpahkanlah Rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad,
dan sibukkanlah orang-orang zhalim (agar mendapat kejahatan) dari orang zhalim lainnya,keluarkanlah kami dari kejahatan mereka dalam keselamatan dan berikanlah sholawat kepada seluruh keluarga Nabi serta para sahabat beliau."

Marilah kita bantu kaum muslim yang tengah terdzalimi. Kita amalkan sholawat ini, dan ketika membaca doa yang di tengahnya, maka bayangkanlah wajah-wajah pelaku kedzaliman tersebut. Insya Allah, perhatikan tak lama maka kita bisa saksikan ornag-orang tersebut saling bertikai dengan masalah-masalahnya sendiri saling menuding terlibat korupsi. Saling menuding menjadi pembohong dan ada saja masalah-masalah di antara mereka.

Ada juga yang menyebutnya dengan nama Sholawat Zhalimin, Sholawat Salimin, Sholawat Sibuk, Shalawat Mlipir, dan lain-lain.

Pada satu kesempatan Prof. K.H. Ali Yafie pernah ditanya, apa yang beliau ketahui tentang Sholawat ini. Menurut beliau, sholawat itulah yang digelorakan oleh Ulama-ulama Shūfī dunia Arab khususnya Iraq tatkala Iraq diluluh lantahkan oleh pasukan Mongol Hulagu Khan.

Sejarah mencatat, pada tahun 1258M, lebih dari 200 ribu tentara Mongol menyerbu Iraq serta menumbangkan kekuasaan Bani Abbasiyyah, bahkan khalifahnya yaitu Al-Mus’tasim dipenggal kepalanya.

Mengerikan sekali. Bukan hanya istana yang dihancurkan, tapi seluruh bangunan di Baghdad diratakan dengan tanah, seluruh warga kota dibunuh, kecuali segelintir yang berhasil meloloskan diri, semua buku-buku perpustakaan terbesar di dunia, dimusnahkan dan dibuang ke Sungai Tigris, sampai-sampai air sungai berwarna hitam oleh tintanya.

Praktis pada masa itu Asia Tengah dikuasai Mongol  dan tentara Islam hancur. Di saat seperti itulah bangkit para pahlawan Tasawuf. Mereka mengorganisir kelompok-kelompok gerilyawan dan bersama Pasukan Mameluk dari Mesir, hingga berhasil membendung ekspansi Pasukan Mongol, bahkan untuk pertama kalinya mengalahkan mereka dalam pertempuran dahsyat yang dikenal sebagai Pertempuran Ain Jalut di Palestina pada 3 September 1260.

Sungguh Allah Maha Adil, Hulagu Khan yang menghancurkan kekhalifahan Islam dan kemudian mendirikan Dinasti Ilkhan, sang cucu Ahmad Teguder, yang menjadi raja ke-3 dinasti tersebut, justru memeluk Islam, sayang sekali ia hanya berkuasa selama dua tahun (1282-1284) karena dibunuh oleh saudaranya.

Alhamdulillah, Raja ke-7 yaitu Ghazan (1295-1304), memeluk Islam menjadi Mahmud Ghazan. Mulai periode kekuasaannyalah, posisi umat Islam kembali memperoleh keleluasaan, dan peradaban Islam dibangun kembali meski harus mulai dari nol lagi.

Dalam masa-masa kritis seperti itu, tatkala kekuatan militer secara formal tidak berfungsi, para pahlawan sufi tidak berpangku tangan, tapi terjun langsung ke masyarakat mengorganisir serta menggelorakan semangat juang sambil mengumandangkan shalawat ini.

Spirit dari redaksi Sholawat dan latar belakang kisahnya "klop" dengan kondisi Indonesia dewasa ini, orang-orang zhalim biarlah mereka bertarung dengan sesamanya, jangan sampai umat dan para Ulama menjadi korban mereka, seperti kata pepatah "Gajah Bertarung Sama Gajah Pelanduk Mati di Tengah-Tengah".

Sumber: KH Yusuf S.

Sabtu, 02 Februari 2019

Keadaan Di Dalam Qubur

Dulu orang tua pernah bilang,
"Kalau ibu dan ayah sudah tiada nanti, selepas kebumikan, jangan buru-buru balik lagi..
Tunggulah 10 - 15 menit karena di waktu itu, malaikat akan datang.. Jika masih ada anaknya di atas kubur, malaikat akan bertanya kepada arwah dengan nada yang rendah".
.
Nabi berkata,
apabila kita dimasukkan ke dalam kubur,
badan kita bersandar dengan batu, tanah dan kain kapan..
Akhirnya dihadapkan ke arah kiblat..
Dibuka muka kita,
pipi kita akan kena tanah..
Duduk dalam kubur menghadap kiblat.
.
Suami, isteri, anak-anak menangis..
Selepas itu,
diambil papan lalu ditutup..
Tanah pun diturunkan secara perlahan-lahan..
Bila sudah sampai separuh kubur,
tukang kubur pun naik melompat ke atas..
Bila melompat naik ke atas,
tutup..!
Dipijak-pijaknya kubur..
.
Nabi berkata,
bila berpaling saja muka orang yang mengantar kita ke belakang kubur,
kita mendengar bunyi derapan tapak kaki mereka pulang..
Derapan kaki-kaki mereka kita boleh dengar.. Maka pada saat itulah,
roh kita akan duduk..
Duduknya roh dan kaki melunjur..
Badan tegak.
.
Maka pada masa itulah,
kita akan memanggil orang-orang yang mengantar kita ke kubur..
Kalau isteri yang antar,
kita akan memanggil isteri kita.
.
"Dik, jangan tinggalkan Abang.. Dik katanya mau sehidup semati".
.
Isteri tak mendengar..
Isteri membawa cerek dengan daun pandan balik sambil lap air mata..
Sayang seperti apa pun isterinya,
dia akan balik..
Suami memanggil, "Dik, jangan balik, Dik.. Tunggu Abang, Pah"
Dia tak kan nengok..
Dia tetap balik.
.
Selepas itu,
kita akan melihat anak-anak kita balik..
Kita panggil anak-anak,
tapi tak dengar..
Selepas mereka semua pergi,
datanglah dua malaikat..
Yang hitam kedua-duanya..
Yang biru kedua-duanya..
Dan kita dengar langkah kaki malaikat lebih kuat daripada langkah kaki-kaki orang yang balik tadi..
Siap dengar bunyi rantai yang dibawa lagi..
Lagi menakutkan.
.
Yang tak pernah senyum dan ketawa,
malaikat masuk terus menghadap dan memanggil kita,
"Hai manusia" ..
Malaikat tak berkata,
"Hai ustaz, hai ustazah".
Malaikat tak menyebut.
Malaikat pun tak kenal kita.
Malaikat tak memanggil hajjah atau haji,
tapi memanggil,
"Hai manusia".
.
"Hai manusia, apa pendapat kamu tentang Muhammad bin Abdullah..?"
Itulah pertanyaan dia..
Maka kita akan menjawab,
"Dia itu adalah hamba Allah,
dia adalah pesuruh Allah..
Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu pesuruh Allah "
Kalau itulah jawaban kita,
selamatlah kita..
Dia tak bertanya lagi,
"Ma Robbuka..? Ma Nabiyyuka..?".
.
Kalau lulus pertanyaan ini,
maka lepaslah pertanyaan-pertanyaan yang lain..
Maka, malaikat tadi mendengar apa yang kita jawab..
Malaikat berkata,
"Kami sudah tahu kamu akan jawab seperti itu.. Kami tanyakan untuk memastikan bahwa kamu orang yang baik"
Maka, kata malaikat kepada kita,
"Tidurlah kamu di dalam kubur ini seperti tidurnya pengantin".
.
Maka ahli kubur tadi berkata,
"Pulangkan aku balik ke dunia.. Aku mau balik pada keluargaku.. Aku mau beritahu keadaan aku di kubur.. Tolong antarkan aku balik..!",
rayu si mati pada malaikat.
.
Rupanya, orang mati ini mau balik ke dunia bukan mau makan nasi,
bukan mau nonton TV..
Bukan..!
Dia balik sebab mau memberitahu pada anak-anak supaya sholat.
.
"Wahai anak-anakku dan isteriku, sholatlah." "Wahai suamiku, sholatlah".
.
Tapi malaikat kata,
"Tak boleh balik.. Kamu sekarang berada di alam barzakh.. Kamu tak boleh campur dengan alam dunia".
.
Nabi SAW kata,
kalau kamu orang yang baik,
kata Nabi SAW,
akan diluaskan kuburnya seluas 70 hasta,
dilebarkan 70 hasta dan dicerahkan kubur kamu..
Tetapi,
walaupun mayat tak boleh memberitahu kita,
Nabi sudah mengabarkan pada kita..
Itulah untungnya kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW.
.
Sesungguhnya bekal yang paling baik adalah taqwa..
Jagalah sholat kita.
.
ALLAHU AKBAR.

Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)
.
Yg bilang aamiin Semoga akhir hidup kita semua ada didalam husnul Khotimah.
Aamiin Ya Robbal'aalamiin.

Semoga bermanfa'at.