Selasa, 06 Maret 2018

Sifat Anjing

Alfaqir Muhammad:

ﻛﺎﺷﻔﺔ ﺍﻟﺴﺠﺎ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﺳﻔﻴﻨﺔ ﺍﻟﻨﺠﺎ : 23 ﺣﻜﻤﺔ: ﻓﻲ ﺍﻟﻜﻠﺐ ﻋﺸﺮ ﺧﺼﺎﻝ ﻣﺤﻤﻮﺩﺓ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻠﻤﺆﻣﻦ ﺃﻥ ﻻ ﻳﺨﻠﻮ ﻣﻨﻬﺎ: ﺃﻭﻟﻬﺎ: ﻻ ﻳﺰﺍﻝ ﺟﺎﺋﻌﺎً ﻭﻫﺬﻩ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ. ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ: ﻻ ﻳﻨﺎﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺇﻻ ﻗﻠﻴﻼً ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻤﺘﻬﺠﺪﻳﻦ. ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ: ﻟﻮ ﻃﺮﺩ ﻓﻲ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺃﻟﻒ ﻣﺮﺓ ﻣﺎ ﺑﺮﺡ ﻋﻦ ﺑﺎﺏ ﺳﻴﺪﻩ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﺼﺎﺩﻗﻴﻦ. ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ: ﺇﺫﺍ ﻣﺎﺕ ﻟﻢ ﻳﺨﻠﻒ ﻣﻴﺮﺍﺛﺎً ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﺰﺍﻫﺪﻳﻦ. ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ: ﺃﻥ ﻳﻘﻨﻊ ﻣﻦ ﺍﻷﺭﺽ ﺑﺄﺩﻧﻰ ﻣﻮﺿﻊ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﺮﺍﺿﻴﻦ. ﺍﻟﺴﺎﺩﺳﺔ: ﺃﻥ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻳﺮﻯ ﺣﺘﻰ ﻳﻄﺮﺡ ﻟﻪ ﻟﻘﻤﺔ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﺃﺧﻼﻕ ﺍﻟﻤﺴﺎﻛﻴﻦ. ﺍﻟﺴﺎﺑﻌﺔ: ﺃﻧﻪ ﻟﻮ ﻃﺮﺩ ﻭﺣﺜﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺘﺮﺍﺏ ﻓﻼ ﻳﻐﻀﺐ ﻭﻻ ﻳﺤﻘﺪ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﺃﺧﻼﻕ ﺍﻟﻌﺎﺷﻘﻴﻦ. ﺍﻟﺜﺎﻣﻨﺔ: ﺇﺫﺍ ﻏﻠﺐ ﻋﻠﻰ ﻣﻮﺿﻌﻪ ﻳﺘﺮﻛﻪ ﻭﻳﺬﻫﺐ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﺃﻓﻌﺎﻝ ﺍﻟﺤﺎﻣﺪﻳﻦ. ﺍﻟﺘﺎﺳﻌﺔ: ﺇﺫﺍ ﺃﺟﺪﻱ ﻟﻪ ﺃﻱ ﺃﻋﻄﻲ ﻟﻪ ﻟﻘﻤﺔ ﺃﻛﻠﻬﺎ ﻭﺑﺎﺕ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﻘﺎﻧﻌﻴﻦ. ﺍﻟﻌﺎﺷﺮﺓ: ﺃﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﺳﺎﻓﺮ ﻣﻦ ﺑﻠﺪ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻟﻢ ﻳﺘﺰﻭﺩ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﻤﺘﻮﻛﻠﻴﻦ ﺍﻧﺘﻬﻰ

HIKMAH :

Pada anjing terdapat pekerti / kebiasaan terpuji yang seyogyanya seorang mukmin tidak melepasnya :

1.Pertama : Dia senantiasa dalam keadaan lapar, dan ini merupakan sifat orang-orang shalih.

2.Kedua : Pada waktu malam dia hanya tidur sebentar, dan ini merupakan sifat orang-orang yang ahli tahajjud.

3.Ketiga : Andai pada suatu hari dia diusir seribu kali maka dia senantiasa di pintu rumah tuannya, dan ini merupakan sifat orang-orang jujur.

4.Keempat : Jika dia mati maka dia tidak meninggalkan warisan, dan ini merupakan tanda orang-orang zuhud.

5.Kelima : Dia merasa puas / rela atas bagiannya di bumi dg tempat yang paling rendah, dan ini merupakan tanda orang-orang ridha.

6.Keenam : Dia memandangi setiap orang yang melihatnya sehingga dilemparkannya sesuap makanan untuknya, dan ini merupakan akhlaq orang-orang miskin.

7.Ketujuh : Andai debu dilemparkan terhadapnya maka dia tidak marah dan tidak dengki, dan ini merupakan akhlaq para pecinta.

8.Kedelapan : Apabila tempatnya dikuasai maka dia akan meninggalkan tempatnya dan berjalan ke tempat lain, dan ini merupakan sikap seorang pemuja.

9.Kesembilan : Apabila dia diberi sesuap makanan maka dia memakannya dan senantiasa makan sesuap makanan, dan ini merupakan tanda orang-orang yang qona'ah / menerima apa adanya.

10.Kesepuluh : Apabila dia bepergian dari suatu daerah ke daerah lain maka dia tidak berbekal, dan ini merupakan tanda orang-orang yang tawakkal. Selesai

> Kumbang Gurun

Tinggal sifat kebalikan sifat yang tercela dari anjing :

1. mengikuti sahwat, diberi peringatan atau tidak dia akan menjulurkan lidahnya ( kinayah selalu mengikuti syahwat)

2. menerkam ( menyakiti orang lain )

3. merobek dengan cakaran ( merusak kehormatan orang lain )

[ Imam Gozali dalam Ihya uluumiddin].

Senin, 05 Maret 2018

Sekilas Tentang Salafi/Wahabi Dan Bagaimana Menyikapi Mereka--

Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz:

--
Seseorang bertanya:

Kami mohon penjelasan, sebagian orang berpendapat bahwa problem yang sesungguhnya bukan terletak pada pendapat -pendapat dasar mereka (kelompok wahabi), tapi kesalahan tersebut ada pada klaim mereka dalam mengkafirkan dan menganggap sesat kelompok mayoritas, dari ummat islam, mereka ini berpendapat bahwa kelompok salafi punya pendapat dan kita pun demikian, ini termasuk bab ijtihad, orang yang berijtihad dan benar dia mendapat dua pahala, dan siapa yang salah dia mendapat satu ganjaran, ditinjau dari sisi ijtihad ini bukanlah satu permasalahan, permasalahannya ada pada cara dan etika, apakah pendapat semacam ini benar? bahwa kita boleh berpendapat dengan pendapat mereka dan kesalahan hanya pada cara mereka mengenggap sesat pada semua orang?

Jawaban Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz:

Para pendahulu mereka yang merupakan cikal bakal kelompok ini, yang melahirkan pola fikir yang mereka selami saat ini yaitu metode dalam mentakwilkan ayat dan menempatkannya pada satu perkara, sama dengan metode yang digunakan oleh mereka yang mengkafirkan para sahabat, dari kelompok khawarij dimasa imam Ali dan kaum muhajirin dan anshor.

Mereka berpendapat bahwa kaum muhajirin dan anshor telah menyalahi Al-Qur'an, karena itu mereka memeranginya, ada pula sekelompok dari mereka , mereka berpendapat bahwa para sahabat diantaranya Imam Ali lebih mengedepankan tahkim kepada pendapat orang ketimbang keputusan Al-Qur'an.

Belakangan mereka berpendapat Ahlu sunnah mengikuti madzhab dan mengabaikan Al-Qur'an dan sunnah, sama persis cara mereka mengambil keputusan hukum, Imam Ali kemudian mengutus Abdullah bin Abbas untuk menjelaskan kepada mereka, beberapa ribu orang dari mereka sadar dan kembali bergabung dengan Imam Ali dan sahabat, sementara sisanya tetap bersikukuh dengan pandangan mereka.

Apakah permasalahannya ada pada pendapat mereka atau cara mereka?

Masalahnya adalah bahwa semua pendapat mereka dibangun diatas pondasi yang salah, mengkafirkan ummat Islam dengan menggunakan ayat yang turun pada kaum kafir yang tidak mengakui Allah sebagai tuhannya, dan Muhammad sebagai utusannya, ijtihad model apa seperti ini? ijtihad yang aneh...
ayat yang diturunkan tentang orang kafir tapi diarahkan kepada ummat Islam, apakah ini ihtihad? seperti inikah ijtihad?

Cara yang mereka gunakan dalam mengkafirkan ummat Islam tidak lain merupakan cabang dari ijtihad mereka, pendapat yang mereka usung ini mengharuskan mereka untuk melihat orang lain sebagai orang musyrik dan kafir yang harus diperangi, cara mereka seperti ini tidak lain adalah cabang dari pemikiran mereka, pendapat seperti ini ketika sudah diserap oleh akal, mereka akan mengabaikan kehormatan dari darah dan harta, ia campakkan semuanya.

Jika ia melihat orang muslim lainnya yang dianggap musyrik dan kafir, maka ia anggap pula tidak lagi terhormat darahnya, hartanya dan harga dirinya, maka pendapat mereka inilah yang menjadi akar permasalahannya, adapun nantinya mereka mencaci maki, ini tidak lain adalah buahnya, kalau mereka berpendapat seperti ini niscaya tidak akan muncul tindakan seperti ini pula, tidak semua perbedaan pendapat bisa diterima, kecuali jika berangkat dari analisis yang tajam dan benar.

Namun dengan semuanya ini kita tidak boleh menghadapi mereka dengan cara yang salah pula, dengan merespon berlebihan atau melampaui batas, namun jika mereka berlebihan, kita cukup merespon sepadan dengan apa yang mereka lakukan, dan kita cegah keburukan mereka agar tidak menimpa ummat Islam semampu kita, namun kita iringi pula dengan sikap yang santun, kalau begitu manhaj kita adalah manhaj orang terdahulu dari kalangan muhajirin dan anshor, memberikan penjelasan dan mengirim utusan untuk memapatkan dalil-dalilnya, siapa yang berkenan menerima dengan senang hati kita sambut mereka, yang tidak mau terima biarkan saja.

Mereka ingin perang kita perangi, bila dia berada di tempatnya, kita tidak akan memeranginya, engkau aman di tempatmu, dan engkau apapun pendapatmu walaupun engkau sesat selama tidak membahayakan orang lain dan melampaui batasmu, namun jika engkau membahayakan orang lain dan melampaui batasmu, kami akan hentikan dirimu pada batas yang sudah ditentukan, inilah manhaj para sahabat dari kalangan Assabiqunal Awwalun yang juga merupakan manhaj para orang soleh setelah mereka sampai hari ini , yang kita pun akan berpegang teguh hidup dan mati kita.

Wallahu'alam

Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa Shobihi wasalim

silahkan tag dan share

Orang yabg dijamin syurga

Rasulullah SAW, bersabda :
*"Maukah kalian aku tunjukkan orang yang Haram baginya tersentuh api neraka?"* Para sahabat berkata, "Mau, wahai Rasulallah!" Beliau menjawab:
"(yang Haram tersentuh api neraka adalah) orang yang Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl."
(H.R. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).

1. Hayyin
Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin.
Tidak mudah memaki dan melaknat, serta teduh jiwanya..

2. Layyin
Orang yang lembut dan santun, baik dalam tutur-kata atau bersikap.
Tidak kasar, tidak semaunya sendiri.
Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia.

3. Qarib
Akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang diajak bicara. Dan murah senyum jika bertemu.

4. Sahl
Orang yang tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan.

Nasihat Habib Umar Untuk Wanita

Penting di baca Nasihat dr Habib Umar Bin Hafidz beliau berkata :

Seharusnya wanita-wanita kita, kecil
maupun besar, tidak mengikuti ajaran
kaum kafir. Janganlah mengikuti
mereka dalam segala sesuatu, baik cara
berpakaian, adat perkawinan, di dalam rumah serta cara keluar rumah... Siapakah yang kalian ikuti wahai putri-
putri dan wanita mukminah? Siapakah
yang kalian ikuti dan jadikan contoh? Kalian mengikuti orang kafir, Yahudi,
Nasrani, para pelacur, wanita yang
dilaknat ALLAH SWT, wanita yang jauh
dari jalan ALLAH, Bagaimana kalian bisa
sampai terjerumus wahai mukminah?

Dan siapa yang menjerumuskan kalian wahai mukminah, wahai muslimah,
siapakah yang kalian ikuti ?

Siapakah yang telah kalian contoh dan
jalan siapa yang telah kalian ikuti?

Dengan siapa kalian telah menukar
teladan kalian?
Kalian telah menukar Sayyidah Ahlil
Jannah dengan kaum kafir! Kalian telah
menukar Sayyidah Khadijah yang
memperoleh salam dari ALLAH SWT,
dengan kaum yang dilaknat ALLAH
SWT. Apakah yang telah menimpa kita? Berpikirlah secara benar dan serius.
Perkara ini bukanlah sebuah lelucon,
mainan atau gurauan. Ini perkara
agama yang berkaitan dengan akhirat
kita. Juga berkaitan dengan keadaan
menjelang maut, di dalam kubur, di alam barzakh dan hari kebangkitan... Perkara agama ini juga tergantung
pada amal perbuatan kalian dalam
kehidupan, adat, perkataan dan sikap
kalian.
Siapa suri tauladan kita?

Siapa suri tauladan kita?

Siapa suri tauladan kita?

Kita telah menukar dan meninggalkan
suri tauladan Al-Batul, salah satu
bagian dari Rasulullah shallallahu álaihi
wasallam yaitu Sayyidah Nisa’ Ahlil
Jannah dalam adat dan kehidupan
beliau. Dengan siapa? Dengan siapa ya mukminah, ya
mukminah ?!
Lalu bagaimana, apa yang
terbetik di benak kita? Sesungguhnya hal yang memalukan
dan aib bagi muslimah dan mukminah
adalah tidak memperdulikan sirah
(sejarah) Sayyidah Fatimah Az-Zahra,
akhlak dan adat kebiasaan beliau.
Sedangkan kita mencontoh selainnya. Terutama untuk dzurriyat Rasulullah
shallallahu álaihi wasallam. Bahkan
melupakan sirah, akhlak, tata cara
mu’amalah, dan amal perbuatan beliau
lalu mengikuti para pelacur dan kaum
kafir?!

Ya mukminah, bagaimanakah
kehidupan kita?
Tahun demi tahun berlalu dan
sekarang kita memasuki tahun baru
Hijriah. Sampai kapan kita dalam
kelalaian ini? Kita telah menukar ulama dan
pembesar dengan kaum kafir, para
pelacur dan orang yang jauh dari
ALLAH SWT. Ya mukminah, pesta perkawinan
dilaksanakan dengan adat kaum kafir.
Mereka saling membanggakan dengan
mengadakan pesta perkawinan di
gedung-gedung. Perkawinan semacam
itu adalah sesuatu yang buruk, menyimpang dari syariat, menimbulkan
bala’ (kerusakan) dan tidak ada
barokahnya bagi kedua mempelai dan
keluarga mereka. Jika mereka tetap menyelenggarakan
perkawinan yang mewah untuk saling
berbangga diri yang di dalamnya
terdapat tari-tarian dan musik, maka
mereka akan mendapatkan kesusahan
di dunia dan akhirat. Dan katakan kepada mereka, setelah penjelasan ini
maka tidak ada udzur untuk tetap
menjalaninya wahai mukminah. Indonesia dahulu terang bercahaya
dengan adanya kaum sholihin dan
orang yang bertakwa. Mereka datang
dari negara-negara yang baik. Tanpa
adanya mereka, kondisi Indonesia
tidak sebaik sekarang dan kita tidak akan dapat berjalan-jalan seaman
sekarang. Anugerah ini didapatkan bukanlah
dengan mengikuti adat Yahudi dan
Nasrani, kelalaian kepada agama
ALLAH SWT. atau memberati diri untuk
mencari sesuatu yang fana. Namun
karena berkah orang sholeh dan usaha orang-orang yang shiddiq. Keadaan Indonesia yang baik ini
adalah anugerah yang besar dari
ALLAH SWT. karena berkatnya mereka.
Ini adalah sesuatu yang
membanggakan. Marilah kita kembali
ke jalan mereka, mengikuti ajaran serta akhlak mereka dan meninggalkan
susupan syetan dan para
pembantunya. Kita tidak boleh bangga dengan tari-
tarian, pakaian yang ketat
menampakkan bentuk tubuh, dan
penyelenggaraan perkawinan di
gedung-gedung mewah. Apakah
kalian tidak tahu pesta perkawinan Sayyidah Fatimah Az-Zahra di gedung
apa?
Menggunakan tata cara siapa? Sirah Sayyidah Fatimah Az-Zahra telah
terhapus di benak kalian. Apakah
kalian melihat diri kalian lebih agung
dari beliau? Apa saja yang
dipersiapkan Rasulullah shallallahu
álaihi wasallam. untuk perkawinan putri beliau? Dengan cara begitu, apakah turun
derajat Sayyidah Fatimah?
Di akhirat nanti seluruh wanita, sejak
awal penciptaan hingga akhir, akan
menundukkan kepalanya karena
beliau akan melewati jalan cahaya.

Ketika di padang mahsyar, akan
terdengar suara dari Arsy ALLAH :
“Tundukkan kepala kalian dan
pejamkan mata karena Fatimah binti
Muhammad shallallahu álaihi wasallam.
akan melewati shirath.”

Apakah kalian tidak ingin berada di
belakang beliau, lewat di shirath
bersama beliau dan mengikuti beliau?
Kalian telah menukar beliau dengan
lainnya.

Ketika Rasulullah shallallahu álaihi
wasallam. bertanya :
“Apa yang terbaik bagi wanita?”

Sayyidah Fatimah menjawab :
“Yang paling baik bagi wanita adalah
tidak melihat dan tidak dilihat oleh laki- laki.”


Kemudian Rasulullah shallallahu álaihi
wasallam. mencium kening Sayyidah
Fatimah dan berdo'a :
“Semoga ALLAH SWT. memberkati anak
keturunannya.”

Ya mukminah ingatlah, karena suatu
peringatan itu bermanfaat. Jauhilah
adat-adat yang fana tersebut dan
jangan memaksakan diri sampai-
sampai berhutang.

Seperti di dalam
hadits Rasulullah shallallahu álaihi wasallam :
“Barang siapa yang memakai pakaian
untuk dipamerkan maka di akhirat
nanti akan dihinakan oleh ALLAH SWT.” Janganlah berbangga dengan pakaian
sutra dan emas. Sesungguhnya orang
kafir diberi ALLAH SWT. kenikmatan
dunia, namun itu adalah kenikmatan
yang fana. Mengikuti Fatimah al-Batul
Az-Zahra lebih mulia.

♥Yaa Robbi Sholli 'Alaa Muhammad Yaa
Robbi Sholli 'Alaihi Wasallim♥

Sabtu, 03 Maret 2018

Dapur Orang Yang Berduka

Disini Desa Pisang Labuhan Haji Aceh Selatan, rumah duka tak usah memikirkan asap di dapur lagi karena ketika ada yang meninggal warga setempat dengan sigap agan mengantarkan rantang untuk rumah duka. 7 rantang di pagi, 7 rantang di siang, dan 7 s/d 12 rantang untuk makan malam keluarga yang lagi berduka. Serta masyarakat sudah tau mana gilirannya untuk mengantarkan rantang. Menunya pun begitu luar biasa, mulai dari ayam goreng, bebek, ikan, sambal, serta kuah berbagai ragam isi rantangnya. Keluarga hanya di fokuskan untuk menerima tamu saja dan dapur bisa berasap kembali di hari ke 5 atau 7 hari setelah jenazah di kebumikan.

Termasuk dalam bentuk ta’ziyah adalah membuatkan makanan untuk keluarga yang terkena musibah. Ini sangat dianjurkan untuk menghibur mereka, sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‎اصْنَعُوا لآلِ جَعْفَر طَعَاماً فَقَدْ أَتَاهُمْ أَمْر يشغلهُمْ -أو أتاهم ما يشغلهم-

“Buatkan makanan untuk keluarga Ja’far, karena mereka sedang tertimpa (musibah) yang menyibukkan mereka.“ (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah. Hadist ini dihasankan oleh Syekh al-Albani di dalam Shahih Ibnu Majah no. 1316)

Sunnah yang terlupakan dan ditinggalkan banyak orang.

📝 Ditulis oleh Fakhrizan Mahyeddin

Jumat, 02 Maret 2018

Keadaan Bumi 3 Tahun Sebelum Munculnya Dajjal

Ketika Dajjal akan muncul, jumlah kaum muslimin diseluruh dunia amatlah banyak dan semakin bertambah kuat. Hal ini bisa kita lihat di sebagian wilayah eropa, dimana semakin tingginya animo masyarakat barat memeluk islam. Waktu mendekati keluarnya Dajjal, kaum muslimin ditimpa bala’ yang amat berat. Hujan tidak kunjung turun. Tanaman pun tidak tumbuh. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

وَإِنَّ قَبْلَ خُرُوجِ الدَّجَّالِ ثَلاَثَ سَنَوَاتٍ شِدَادٍ يُصِيبُ النَّاسَ فِيهَا جُوعٌ شَدِيدٌ يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِى السَّنَةِ الأُولَى أَنْ تَحْبِسَ ثُلُثَ مَطَرِهَا وَيَأْمُرُ الأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا ثُمَّ يَأْمُرُ السَّمَاءَ فِى السَّنَةِ الثَّانِيَةِ فَتَحْبِسُ ثُلُثَىْ مَطَرِهَا وَيَأْمُرُ الأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَىْ نَبَاتِهَا ثُمَّ يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِى السَّنَةِ الثَّالِثَةِ فَتَحْبِسُ مَطَرَهَا كُلَّهُ فَلاَ تَقْطُرُ قَطْرَةٌ وَيَأْمُرُ الأَرْضَ فَتَحْبِسُ نَبَاتَهَا كُلَّهُ فَلاَ تُنْبِتُ خَضْرَاءَ فَلاَ تَبْقَى ذَاتُ ظِلْفٍ إِلاَّ هَلَكَتْ إِلاَّ مَا شَاءَ اللَّهُ ». قِيلَ فَمَا يُعِيشُ النَّاسَ فِى ذَلِكَ الزَّمَانِ قَالَ «

التَّهْلِيلُ وَالتَّكْبِيرُ وَالتَّسْبِيحُ وَالتَّحْمِيدُ وَيُجْرَى ذَلِكَ عَلَيْهِمْ مَجْرَى الطَّعَامِ

“Sesungguhnya tiga tahun sebelum munculnya Dajjal, adalah waktu yang sangat sulit, di mana manusia
akan ditimpa kekurangan bahan makanan dan kelaparan yang amat sangat, Allah akan memerintahkan kepada langit pada tahun pertama untuk menahan sepertiga dari hujannya, dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan sepertiga dari tanaman-tanamannya.

Dan pada tahun kedua Allah akan memerintahkan kepada langit untuk menahan dua pertiga dari hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan duapertiga dari tumbuh-tumbuhannya. Kemudian di tahun yang ketiga, Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya, maka ia tidak meneteskan setetes air pun dan Allah memerintahkan kepada bumi untuk menahan semua tanaman-tanamannya, maka setelah itu tidak dijumpai satu tanaman hijau yang tumbuh dan semua binatang yang berkuku akan mati, kecuali yang tidak dikehendaki oleh Allah." Kemudian para sahabat bertanya, "Dengan apakah manusia akan hidup pada saat itu?" Beliau menjawab, "Tahlil, takbir dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan."

Ditengah segala kekurangan dan kekecauan dunia tersebut datanglah ad dajjal menawarkan surganya, ia bukan hanya mampu mendatangkan hujan bahkan bisa menghidupkan kembali orang yang sudah wafat.

“…Dia datang kepada satu kaum lalu mendakwahi mereka. Merekapun beriman kepadanya, menerima dakwahnya. Maka Dajjal memerintahkan langit untuk hujan dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka turunlah hujan dan tumbuhlah tanaman….” (HR. Muslim no. 2937)

Dajjal berkata (kepada pengikutnya): ‘Apa pendapat kalian jika aku bunuh dia dan aku hidupkan kembali apakah kalian masih ragu kepadaku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Maka Dajjal membunuhnya dan menghidupkannya kembali….” (HR. Muslim no. 2938)

Disinilah umat muslim kembali lagi diuji keimanannya untuk lebih mengetahui lagi mana yang mampu bertahan dari bujuk rayu dajjal dan mana yang mau menukarkan imannya dengan surganya dajjal.

“Dajjal datang dan dia diharamkan untuk masuk ke kota Madinah, maka dia berakhir di daerah yang tanahnya bergaram yang berada di sekitar Madinah. Maka keluarlah kepadanya seorang yang paling baik dan dia berkata: ‘Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan oleh Rasulullah.’ Lalu Dajjal berkata (kepada pengikutnya): ‘Bagaimana jika aku membunuh orang ini kemudian menghidupkannya, apakah kalian masih tetap ragu tentang urusanku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Dia pun membunuhnya kemudian menghidupkannya. Orang yang baik itu berkata setelah dihidupkan: ‘Demi Allah, aku semakin yakin tentang dirimu.’ Rasulullah berkata: ‘Lalu Dajjal ingin membunuhnya lagi namun dia tidak sanggup melakukannya’.”

Orang tersebut tidaklah mampu dibunuh lagi oleh sang dajjal untuk kedua kalinya, karena iman dan keyakinannya kepada Allah Ta'ala, maka Allah tidak mengijinkan hal itu terjadi.

Adapun keadaan dunia pada saat ini sudah berada pada kondisi sangat jelasnya tingkat keimanan setiap orang, bagi yang imannya setengah-setengah, maka dengan mudah dia akan terjerumus dalam tipu daya dajjal lalu mengikuti setiap langkah sang dajjal, namun jika kondisi iman seorang muslim sejati, maka ia akan makin menguatkan imamnya dan makin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang Dajjal:

“Sungguh Dajjal akan keluar dan bersamanya ada air dan api. Apa yang dilihat manusia air sebenarnya adalah api yang membakar. Apa yang dilihat manusia api sesungguhnya adalah air minum dingin yang segar. Barangsiapa di antara kalian yang mendapatinya hendaknya memilih yang dilihatnya api, karena itu adalah air segar yang baik.” (HR. Muslim no. 2935)

Jadi mengapa fitnah dajjal itu disebut sebagai fitnah yang paling mengerikan bagi sebagian ulama, karena
pada saat itu sedemikian mudahnya orang beriman merubah keyakinannya dalam hitungan hari bahkan jam
menjadi seorang kafir, dajjal tidak membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk membelokkan iman seseorang,
dia hanya memberikan bukti bahwa dia bisa menurunkan hujan dan menghidupkan kembali orang yng sudah mati,
maka berpindahlah iman orang tersebut menjadi kafir.

Apa yang kita lihat sekarang ini di sekitar kita mungkin sudah menyerupai kondisi tersebut. Kondisi ekonomi
yang makin sulit, pekerjaan semakin langka, bahan makanan semakin mahal, dan iklim dan cuaca yang makin tidak menentu,
memudahkan seseorang memutuskan untuk merubah pendiriannya, bahkan merubah keyakinannya tentang kepercayaannya atau bahkan keyakinannya. awallah hualam

Lalu apakah benar kita sudah memasuki 3 tahun pertama kedatangan dajjal seperti yang sudah disebutkan diatas? yang pasti, Allah sudah mengisyaratkan bahwa di tahun pertama jumlah penduduk muslim sudahlah dalam jumlah amat banyak dan Allah sudah memerintahkan langit untuk menahan sepertiga dari hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan sepertiga dari tanaman-tanamannya.
Jika keadaan itu sudah kita rasakan, maka mulailah kita banyak-banyak bertahlil, takbir dan tahmid dan memohon perlindungan kepada Allah. Semoga kita terhindar dari fitnah dajjal yang menakutkan itu.

Semoga kita semua dijauhkan dari fitnah dajjal. Aamiin

*73 GOLONGAN- GOLONGAN DALAM ALIRAN  AGAMA ISLAM*

Dari Abu Hurairah r.a berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: _“Telah berfirqah-firqah (golongan) orang Yahudi atas 71 firqah dan orang Nashara seperti itu pula dan akan berfirqah ummatku atas 73 firqah, semuanya masuk neraka, kecuali 1, yaitu ahlul sunnah (riwayat lain mengatakan al-jamaah)”_
(HR. Imam Tirmidzi)

Mufti Syaikh Sayid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar. Beliau menyebutkan bahwa 72 golongan (firqah) yang sesat itu pada intinya adalah 7 golongan saja, yaitu:

1. *Kaum Rafidhah*, kaum yang berlebih-lebihan memuja Ali bin Abi Thalib r.a. Mereka tidak mengakui Khalifah-khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman, Radhiyallahu’anhum, bahkan mengkafirkan para sahabat dan isteri Nabi. Kaum Rafidhah kemudian berpecah menjadi 22 aliran. _(paham ini tetap ada hingga masa kini dikenal dengan nama Syiah)._

2. *Kaum Khawarij* yaitu kaum yang mengkafirkan siapa yang tidak sepaham dengan mereka termasuk dahulu mengkafirkan Utsman r.a, Muawiyah r.a, Amr bin Ash r.a dan ‘Ali bin Abi Thalib r.a. dan beberapa sahabat lainnya. Bahkan mereka ahli ibadah, suka membaca al-Quran, berkata dengan sebaik-baiknya perkataan (hadist dan ayat), mereka mendakwahkan tauhid namun tak memiliki adab, dan menganggap hanya kelompoknya yang masuk surga. Kaum Khawarij kemudian berpecah menjadi 20 aliran. _(paham ini tetap ada hingga masa kini dengan berbagai sebutan seperti Wahhabi, ISIS, dll)._

3. *Kaum Mu’tazilah*, yaitu kaum yang berpaham bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, bahwa Tuhan tidak bisa dilihat dengan mata dalam syurga, bahwa orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan di antara dua tempat, Al-Quran adalah makhluk bukan firman, dan lain-lain. Kaum Mu’tazilah berpecah menjadi 20 aliran.

4. *Kaum Murji’ah*, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa membuat ma’siyat (kedurhakaan) tidak memberi mudharat kalau sudah beriman, sebagai keadaannya membuat kebajikan tidak memberi manfa’at kalau kafir. Kaum Najariyah pecah menjadi 5 aliran.  

5. *Kaum Najariyah*, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa perbuatan manusia adalah makhluk, yakni dijadikan Tuhan, tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Tuhan tidak ada. Kaum Najariyah pecah menjadi 3 aliran.  

6. *Kaum Jabariyah*, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa, manusia “majbur”, artinya tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaba tidak sama sekali. Kaum ini hanya 1 aliran.

7. *Kaum Musyabbihah*, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa ada keserupaan Tuhan dengan manusia, umpamanya bertangan, berkaki, duduk 1 di kursi, naik tangga, turun tangga dan lain-lainnya.  Kaum ini hanya 1 aliran saja.

Dari 7 kelompok tersebut, jumlah totalnya adalah :
Kaum Rafidhah (22 aliran)
Kaum Khawarij (20 aliran)
Kaum Mu’tazailah (20 aliran)
Kaum Murjiah (5 aliran)
Kaum Najariah (3 aliran)
Kaum Jabariah (1 aliran)
Kaum Musyabihah (1 aliran)
Jumlah : (72 aliran)

Jika 72 golongan ini minoritas jumlahnya ditambah dengan 1 golongan mayoritas yaitu Ahlusunnah Wal Jamaah (Sunni) maka total menjadi 73 firqah.

_(Sumber : Kitab Bugyatul Mustarsyidin, cetakan Mathba’ah Amin Abdul Majid Cairo, Mesir)_