Rabu, 08 Juli 2020

Resep Cepat Hamil

Alhamdulillah Hamil Minum Resep ini
1 Kunyit ibu jari
1 Jahe ibu jari
2 serai
1/2 lemon / jeruk Nipis
3 sendok makan madu
Cuci semua bahan di alir yang mengalir , jahe dan kunyit iris tipis-tipis , potong jeruk menjadi dua .
Tuang air 700ml masukan jahe , kunyit , serai
Masak hingga mendidih , tunggu hangat dan saring peras jeruk nipis dan tuangkan madu .
Bismillah duduk dan minum tangan kanan .
Doa ini di baca selesai sholat lima waktu :
1. Doa Nabi Ibrahim As:
ﺭَﺏِّ ﻫَﺐْ ﻟِﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ
RABBI HABLII MINASH SHOOLIHIIN
Artinya :Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (QS: As-Shaffat: 100)
ﺭَﺏِّ ﻟَﺎ ﺗَﺬَﺭْﻧِﻲ ﻓَﺮْﺩًﺍ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟْﻮَﺍﺭِﺛِﻴﻦَ
Rabbi laa tadzar nii fardaw wa anta khayrul waa ritsiin
Artinya: “Ya Tuhanku janganlah engkau biarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah pewaris yang paling baik.” (QS.Al-Anbiya:89)
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻛْﺜِﺮْ ﻣَﺎﻟَﻪُ ﻭَﻭَﻟَﺪَﻩُ ﻭَﺑَﺎﺭِﻙْ ﻟَﻪُ ﻓِﻴﻪِ
Allahumma aktsir maa lahu wawaladahuu wabaariklahu fiihi
Artinya: “Ya Allah! Perbanyakkanlah hartanya dan perbanyakkanlah anak-anaknya serta berikanlah keberkatan kepadanya” (H.R. Bukhari Muslim).
Maka jika doa itu dibaca untuk diri sendiri atau suami istri, kalimatnya menjadi:
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻛْﺜِﺮْ ﻣَﺎِﻟﻲ ‏( ﻟَﻨَﺎ ‏) ﻭَﻭَﻟَﺪِﻱ ‏( ﻧَﺎ ‏) ﻭَﺑَﺎﺭِﻙْ ﻟﻲ ‏( ﻟَﻨَﺎ ‏) ﻓِﻴﻪِ
Allahumma aktsir maa lii (lanaa) wawaladii (naa) wabaaRiklii (lanaa) fiihi
“Ya Allah! perbanyakkanlah hartaku dan perbanyakkanlah anak-anakku serta berikanlah keberkahan kepadaku di dalamnya”.
2. Doa Nabi Zakaria AS
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻨَﺎ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻦَﺍ ﻗُﺮَّﺓَ ﺃَﻋْﻴُﻦٍ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻨَﺎ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﺇِﻣَﺎﻣًﺎ
Artinya :Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqan: 74).
ﻫُﻨَﺎﻟِﻚَ ﺩَﻋَﺎ ﺯَﻛَﺮِﻳَّﺎ ﺭَﺑَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺏِّ ﻫَﺐْ ﻟِﻲ ﻣِﻦ ﻟَّﺪُﻧْﻚَ ﺫُﺭِّﻳَّﺔً ﻃَﻴِّﺒَﺔً ﺇِﻧَّﻚَ ﺳَﻤِﻴﻊُ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀ
hunaalika da’aa zakariyyaa rabbahu qaala rabbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thayyibatan innaka samii’u ddu’aa
Di sanalah Zakaria mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendenganr do’a”. (Ali Imron : 38).
Semoga di berikan keturunan yang Sholeh dan Sholeha
#Herbal_Ruqyah_Indonesia
Barakallahufiikum

Sabtu, 04 Juli 2020

BONGKAR SEJARAH HITAM WAHABI​

KEZALIMAN DILAKUKAN OLEH WAHHABI DI KOTA THOIF
Wahhabi menyerang kota thoif setelah menawan pemerintahan asy-syarif gholib hakim mekah pada zul qaedah tahun 1217h bersamaan 1802m kemudian wahhabi membunuh penduduk thoif termasuk wanita dan kanak-kanak dan wahhabi turut menyembelih bayi yang masih dipangkuan ibunya.
Wahhabi membunuh umat islam di dalam masjid-masjid & rumah-rumah dan wahhabi bertindak mengejar sesiapa yang lari dari serangan mereka lalu membunuh kebanyakan mereka yang lari itu, wahhabi juga mengumpul sebahagian mereka tadi dalam satu kawasan malangnya kemudian dipukul leher mereka (bunuh) dan sebahagian mereka dibawa oleh wahhabi ke satu lembah bernama wadi aluj lantas wahhabi meninggalkan mereka di wadi yang kosong itu yang jauh dari perkampungan dalam keadaan mereka dibogelkan tanpa pakaian antara lelaki dan perempuan.
Semasa kebangkitan wahhabi di kota thoif mereka turut bertindak ganas terhadap ulama islam di kota thoif dan ulama islam yang berada berhampiran dengannya termasuk ulama islam di mekah dan madinah mati dibunuh oleh wahhabi berdasarkan fakta sejarah tepat. Pada masa itu wahhabi telah membunuh dan menyembelih ulama islam terlalu ramai antara ulama islam yang dibunuh oleh wahhabi adalah:

Mufti mekah al-mukarramah waktu yang sama merupakan seorang mufti mekah dalam mazhab asy-syafi’iyyah bernama syeikh abdullah az-zawawi telah mati dibunuh oleh wahhabi dengan kejam dihadapan rumahnya dengan cara menyembelih mufti tersebut.

Seorang qodhi (tuan kadi) bernama abdullah abu al-khoir juga mati dibunuh oleh wahhabi ketika itu.
Syeikh ja’far asy-syaiby dan beberapa ulama islam bersamanya dibunuh oleh wahhabi dengan cara penyembelihan kejam oleh ketua dan bala tentera wahhabi ketika itu.

Kesemua peristiwa kejam tadi berlaku pada tahun 1217h bersamaan 1802m.

Setelah Wahhabi menyerang kota Thoif dan membunuh umat Islam dan ulamanya disana. Wahhabi menyerang tanah yang mulia Mekah Al-Mukarramah pula tahun 1803M : 1218H seperti yang dinyatakan oleh pengkaji sejarah Abdullah bin Asy-Syarif Husain dalam kitabnya berjudul Sidqul Akhbar Fi Khawarij Al-Qorni Thaniy ‘Asyar. Manakala pengkaji sejarah Wahhabi bernama Uthman Ibnu Basyir Al-Hambaly An-Najdy menyatakan kejadian tersebut berlaku pada tahun 1220H dalam kitabnya Tarikh Najad. Dalam kedua-dua kita sejarah tadi menceritakan kezaliman Wahhabi di tanah suci Mekah antaranya:

KEZALIMAN DILAKUKAN OLEH WAHHABI DI KOTA MEKAH
Pada bulan Muharram 1220H bersamaan 1805M Wahhabi di Mekah membunuh umat Islam yang menunaikan ibadah haji. Ibu-ibu penduduk kota Mekah dipaksa menjual harta hak milik masing-masing untuk menebus kembali anak-anak mereka yang masih kecil ditangkap oleh Wahhabi.
Penduduk Mekah kelaparan kerana keadaan begitu zalim dilakukan oleh Wahhabi sehingga kanak-kanak mati kelaparan berkelimpangan mayat-mayat mereka.
Pengkaji sejarah & merupakan golongan Wahhabi juga (Uthman An-Najdy) menyatakan bahawa Wahhabi menjual daging-daging keledai dan bangkai kepada penduduk Islam Mekah dengan harga yang tinggi dalam keadaan mereka kelaparan. Sungguh dihina umat Islam Mekah ketika itu.
Membongkar Fakta Sejarah Hitam Wahhabi Bertindak Membunuh Umat Islam. Imam Ibnu Asakir, Imam al-Khatib dan Imam al-Hafiz al-Mizzi meriwayatkan sebuah hadis yang berbunyi: “Apabila akhir umat ini melaknat (generasi) awalnya, maka hendaklah orang-orang yang mempunyai ilmu pada ketika itu menzahirkan ilmunya, sesungguhnya orang yang menyembunyikan ilmu pada waktu tersebut seumpama seseorang yang menyembunyikan apa yang telah diwahyukan kepada baginda Muhammad SAW!!!” Allahuma’amin. Allahu’alam.
Rujukan :

Kitab Kasyfu Al-Irtiyab

Kitab Sofahaat Min Tarikh Al-Jazirah Al-Arabiyah Al-Hadithah pada m/s 178

Kitab  Al-Awroq Al-Baghdadiyyah Fi Al-Hawadith An-Najdiyyah

Kitab  Inwan Al-Majdy Fi Tarikh Najad Juzuk 1 Mukasurat 135

Jumat, 03 Juli 2020

Jika Belum Tahu Tentang Dalil Hadis Lebih Baik Jawab: "Saya Belum Tahu"

Ustadz Salafi ini konon adalah lulusan S3 terbaik di masanya. Anehnya dalam rekaman pengajiannya ini beliau mengatakan tidak ada dalil hadis pada masalah:

1. Mengusap wajah setelah shalat
2. Mengusap wajah setelah berdoa
3. Membalikkan tangan saat doa meminta perlindungan
4. Bersalaman setelah shalat.

Baik. Bismillah saya jawab satu-persatu dalil hadisnya.

1. Hadis mengusap wajah setelah shalat

ﻭَﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ: «ﺃَﻥَّ اﻟﻨَّﺒِﻲَّ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ - ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَا ﺻَﻠَّﻰ ﻭَﻓَﺮَﻍَ ﻣِﻦْ ﺻَﻼَﺗِﻪِ ﻣَﺴَﺢَ ﺑﻴﻤﻴﻨﻪ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺃْﺳِﻪِ ﻭَﻗَﺎﻝَ: " ﺑِﺴْﻢِ اﻟﻠَّﻪِ اﻟَّﺬِﻱ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﻫُﻮَ اﻟﺮَّﺣْﻤَﻦُ اﻟﺮَّﺣِﻴﻢُ، اﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﺫْﻫِﺐْ ﻋَﻨِّﻲ اﻟْﻬَﻢَّ ﻭَاﻟْﺤَﺰَﻥَ» ".

 Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam setelah selesai dari shalat maka beliau mengusap kepala dengan tangan kanan dan berdoa: "Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Allah, maha Rahman dan Rahim. Ya Allah hilangkan susah dan sedih dariku"

ﻭَﻓِﻲ ﺭِﻭَاﻳَﺔٍ: «ﻣَﺴَﺢَ ﺟَﺒْﻬَﺘَﻪُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ اﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻓِﻴﻬَﺎ: " اﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﺫْﻫِﺐْ ﻋَﻨِّﻲ اﻟْﻬَﻢَّ ﻭَاﻟْﺤَﺰَﻥَ».

Dalam riwayat lain Nabi mengusap kening/ dahi dan berdoa: "Ya Allah hilangkan susah dan sedih dariku"

ﺭَﻭَاﻩُ اﻟﻄَّﺒَﺮَاﻧِﻲُّ ﻓِﻲ اﻷَْﻭْﺳَﻂِ، ﻭَاﻟْﺒَﺰَّاﺭُ ﺑِﻨَﺤْﻮِﻩِ ﺑِﺄَﺳَﺎﻧِﻴﺪَ، ﻭَﻓِﻴﻪِ ﺯَﻳْﺪٌ اﻟْﻌَﻤِّﻲُّ، ﻭَﻗَﺪْ ﻭَﺛَّﻘَﻪُ ﻏَﻴْﺮُ ﻭَاﺣِﺪٍ، ﻭَﺿَﻌَّﻔَﻪُ اﻟْﺠُﻤْﻬُﻮﺭُ، ﻭَﺑَﻘِﻴَّﺔُ ﺭِﺟَﺎﻝِ ﺃَﺣَﺪِ ﺇِﺳْﻨَﺎﺩَﻱِ اﻟﻄَّﺒَﺮَاﻧِﻲِّ ﺛِﻘَﺎﺕٌ، ﻭَﻓِﻲ ﺑَﻌْﻀِﻬِﻢْ ﺧِﻼَﻑٌ.

HR Thabrani dan Bazzar dengan beberapa sanad. Di dalamnya ada Zaid Al-Ammi, lebih dari 1 ulama menilai terpercaya dan kebanyakan ulama menilai dhaif. Perawi lain dari 2 sanad Thabrani adalah terpercaya, sebagiannya diperselisihkan.

2. Hadis mengusap wajah setelah berdoa

Syekh Abdullah Al-Faqih, sesama Salafi dan pengasuh Fatawa Syabkah Islamiah, menulis:

ﻓﻘﺪ ﻭﺭﺩﺕ ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ ﻓﻲ ﻣﺴﺢ اﻟﻮﺟﻪ ﺑﻌﺪ اﻟﺪﻋﺎء - ﺧﺎﺭﺝ اﻟﺼﻼﺓ- ﻛﻠﻬﺎ ﺿﻌﻴﻔﺔ، ﺇﻻ ﺃﻥ اﻟﺤﺎﻓﻆ اﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺃﺷﺎﺭ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻣﺠﻤﻮﻋﻬﺎ ﻳﺒﻠﻎ ﺩﺭﺟﺔ اﻟﺤﺴﻦ.

Sungguh terdapat beberapa hadis tentang mengusap wajah setelah berdoa -di luar shalat- yang keseluruhannya dhaif. Namun menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar memberi isyarat secara akumulasi riwayat sampai pada derajat hadis Hasan (195/351)

ﻭﻣﻨﻬﺎ ﻗﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: "ﻓﺈﺫا ﻓﺮﻏﺖ ﻓﺎﻣﺴﺢ ﺑﻬﻤﺎ ﻭﺟﻬﻚ" ﺭﻭاﻩ ﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ ﻭاﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ

Diantaranya adalah sabda Nabi shalla Allahu alaihi wasallam: "Jika kalian selesai berdoa maka usaplah wajahmu dengan kedua tanganmu" (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Saya tambahkan penjelasan dari Mufti Salafi, Syekh Utsaimin:

ﻭﻣﻦ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻣﻦ ﻗﺎﻝ: ﺇﻥ اﻟﻤﺴﺢ ﺳﻨﺔ ﺑﻨﺎء ﻋﻠﻰ ﺃﻥ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ اﻟﻀﻌﻴﻔﺔ ﺇﺫا ﺗﻜﺎﺛﺮﺕ ﻗﻮﻯ ﺑﻌﻀﻬﺎ ﺑﻌﻀﺎً.

Diantara para ulama ada yang mengatakan bahwa mengusap wajah adalah sunah. Berdasarkan bahwa jika ada hadis dhaif jika memiliki banyak riwayat maka saling menguatkan (Majmu' Fatawa wa Rasail Ibni Utsaimin 14/100)

3. Hadis membalikkan tangan saat doa meminta perlindungan

ﻭَﻋَﻦْ ﺧَﻼَّﺩِ ﺑْﻦِ اﻟﺴَّﺎﺋِﺐِ اﻷَْﻧْﺼَﺎﺭِﻱِّ: «ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ - ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَا ﺳَﺄَﻝَ ﺟَﻌَﻞَ ﺑَﺎﻃِﻦَ ﻛَﻔَّﻴْﻪِ ﺇِﻟَﻴْﻪِ، ﻭَﺇِﺫَا اﺳﺘﻌﺎﺫ ﺟَﻌَﻞَ ﻇَﺎﻫِﺮَﻫُﻤَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻪِ». ﺭَﻭَاﻩُ ﺃَﺣْﻤَﺪُ ﻣُﺮْﺳَﻼً، ﻭَﺇِﺳْﻨَﺎﺩُﻩُ ﺣَﺴَﻦٌ.

Dari Khallad bin Saib Al Anshori bahwa jika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berdoa maka Nabi arahkan telapak tangannya ke wajahnya. Jika Nabi meminta perlindungan maka bagian luar tangannya diarahkan ke wajahnya -dibalik-" (HR Ahmad secara Mursal, sanadnya Hasan)

4. Hadis bersalaman setelah shalat

Imam Nawawi pengarang kitab Sahih Muslim mengatakan bahwa bersalaman setelah shalat Subuh dan Ashar adalah Bid'ah yang diperbolehkan. Mana hadisnya? Ada 2 hadis. Para Sahabat setelah shalat berebut bersalaman dengan Nabi setelah Ashar (HR Bukhari). Dalam riwayat lain setelah Subuh (riwayat Ahmad). Berikut isi hadisnya, maaf sampai pegel tangan saya yang mau nerjemah:

ﻋَﻦِ اﻟﺤَﻜَﻢِ، ﻗَﺎﻝَ: ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺃَﺑَﺎ ﺟُﺤَﻴْﻔَﺔَ، ﻗَﺎﻝَ: «ﺧَﺮَﺝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ اﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺑِﺎﻟﻬَﺎﺟِﺮَﺓِ ﺇِﻟَﻰ اﻟﺒَﻄْﺤَﺎءِ، ﻓَﺘَﻮَﺿَّﺄَ ﺛُﻢَّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻈُّﻬْﺮَ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ، ﻭَاﻟﻌَﺼْﺮَ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ، ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻋَﻨَﺰَﺓٌ» ﻗَﺎﻝَ ﺷُﻌْﺒَﺔُ ﻭَﺯَاﺩَ ﻓِﻴﻪِ ﻋَﻮْﻥٌ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﺃَﺑِﻲ ﺟُﺤَﻴْﻔَﺔَ، ﻗَﺎﻝَ: «ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻤُﺮُّ ﻣِﻦْ ﻭَﺭَاﺋِﻬَﺎ اﻟﻤَﺮْﺃَﺓُ، ﻭَﻗَﺎﻡَ اﻟﻨَّﺎﺱُ ﻓَﺠَﻌَﻠُﻮا ﻳَﺄْﺧُﺬُﻭﻥَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻓَﻴَﻤْﺴَﺤُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﻭُﺟُﻮﻫَﻬُﻢْ، ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺄَﺧَﺬْﺕُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻓﻮﺿﻌﺘﻬﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﺟْﻬِﻲ ﻓَﺈِﺫَا ﻫِﻲَ ﺃَﺑْﺮَﺩُ ﻣِﻦَ اﻟﺜَّﻠْﺞِ ﻭَﺃَﻃْﻴَﺐُ ﺭَاﺋِﺤَﺔً ﻣِﻦَ اﻟﻤِﺴْﻚِ» رواه البخاري

ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮِ ﺑْﻦِ ﻳَﺰِﻳﺪَ ﺑْﻦِ اﻷَْﺳْﻮَﺩِ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ: ﺣَﺠَﺠْﻨَﺎ ﻣَﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝِ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺣَﺠَّﺔَ اﻟْﻮَﺩَاﻉِ، ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﺼَﻠَّﻰ ﺑِﻨَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝُ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺻَﻼَﺓَ اﻟﺼُّﺒْﺢِ ﺃَﻭِ اﻟْﻔَﺠْﺮِ ... ﻭَﺃَﻧَﺎ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﺃَﺷَﺐُّ اﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﻭَﺃَﺟْﻠَﺪُﻩُ. ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﻤَﺎ ﺯِﻟْﺖُ ﺃَﺯْﺣَﻢُ اﻟﻨَّﺎﺱَ ﺣَﺘَّﻰ ﻭَﺻَﻠْﺖُ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻓَﺄَﺧَﺬْﺕُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻓﻮﺿﻌﺘﻬﺎ ﺇِﻣَّﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﺟْﻬِﻲ ﺃَﻭْ ﺻَﺪْﺭِﻱ، ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﻤَﺎ ﻭَﺟَﺪْﺕُ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺃَﻃْﻴَﺐَ ﻭَﻻَ ﺃَﺑْﺮَﺩَ ﻣِﻦْ ﻳَﺪِ ﺭَﺳُﻮﻝِ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ. رواه احمد

•] sebagian bantahan telah dijawab oleh Sidi Syekh Munir Mahyudin Munir

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=140339790901310&id=100047758703918

Selasa, 23 Juni 2020

WANITA..

Wanita paling malang adalah wanita yang salah dalam memilih suami....
Kenapa,... sebab hidup seorang perempuan itu berubah semuanya mengikuti suaminya. Setelah menikah, bermakna selangkah kaki ke Neraka atau ke Syurga.." 
Tidak salah jika kita ingin memilih.., Supaya tidak salah pilih.. 
Menikahlah bila ada rasa bertemu dan mengenal orang yang benar dan baik dan buat kita nyaman, maka (dengan ikhtiar dan tawakal pada Allah), bukan semata-mata sebab ingin tutup mulut orang-orang yang tanya kapan akan menikah..? 
Terlihat remeh sekali hal ni..tetapi, sesungguhnya menikahlah kerana Allah سبحانه وتعالى.. 
Tantangan rumah tangga amatlah hebat, tetapi mudah-mudahan dapat dilalui dengan petunjuk dari Allah yang Maha kuasa.. 
Bagaimana seorang wanita bisa mengharapkan lelaki yang tak mampu bangkitkan dirinya untuk mengerjakan sholat, mengerjakan ibadah, berakhlak mulia... untuk memimpin tangan anak dan isterinya masuk ke syurga?
"Lelaki yang hebat bukan yang dapat menikahi perempuan sholehah, tapi lelaki yang menikahi perempuan biasa dan berhasil dengan bimbingan nya menjadi perempuan sholehah.."

Copas..

Senin, 22 Juni 2020

Apabila Wahabi Berkata,"itu bid'ah!"


"Peringatan maulid bid'ah, do'a bersama bid'ah, dzikir berjama'ah setelah sholat bid'ah, dzikir dengan suara keras setelah sholat bid'ah, tahlilan bid'ah, pujian setelah adzan bid'ah dan seterusnya, karena tidak pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ"

Maka katakanlah:
Jika setiap yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ itu bid'ah, bagaimana dengan pengumpulan al-Qur'an yang mulai dilakukan pada masa Sayyidina Abu Bakar dan penulisan al-Qur'an dalam mushhaf yang pertama dilakukan pada masa Sayyidina Utsman?!, termasuk bid'ah yang baik atau bid'ah yang buruk?!
Apabila Wahhabi berkata:
Kalau itu bukan bid'ah, karena pengumpulan al Qur'an dan penulisan al-Qur'an dalam mushhaf itu dilakukan oleh seorang sahabat.

Maka katakanlah:
Bukankah tadi kalian katakan, bahwa setiap yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ itu bid'ah?!, berarti sekarang definisi bid'ah kalian ralat menjadi "Setiap sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ dan para sahabat?!.
✔️Apabila yang dilakukan oleh Abu Bakr bukan bid'ah kenapa ketika beliau mendapat usulan pengumpulan al-Qur'an dari Sayyidina Umar, beliau awalnya berkata:
كيف أفعل شيئاً لم يفعله رسول الله صلى الله عليه وسلم؟ فقال عمر: هو والله خير
"Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Rasulullah?, kemudian Sayyidina Umar mengatakan: "Demi Allah itu adalah baik".
👆Bukankah itu pengakuan dari Abu Bakr bahwa itu bid'ah, dan meskipun bid'ah kemudian Umar menyatakan bahwa itu bid'ah yang baik?!.
✔️Apabila kalian tidak mau menyebut bid'ah terhadap sesuatu yang dibuat oleh para sahabat, sekarang kalian saya tanya dengan dua pertanyaan:

1⃣Apakah adzan kedua dalam sholat Jum'at yang dibuat oleh Sayyidina Utsman bukan bid'ah?!, apakah sholat Tarawih dengan 20 rekaat secara berjama'ah yang dibuat pertama kali oleh Sayyidina Umar bukan bid'ah?!.
✔️Apabila kalian mengatakan bid'ah maka kalian telah meralat lagi definisi bid'ah yang baru saja kalian ralat, jika kalian mengatakan itu bukan bid'ah maka kalian telah menyalahi para ulama kalian sendiri semisal Nashiruddin al Albani yang membid'ah sesatkan kedua amalan tersebut.
Kalian juga menyalahi perkataan Sayyidina Umar yang menyebut sholat Tarawih 20 rekaat dengan berjamaah adalah bid'ah, beliau berkata:
نعمت البدعة هذه
"Sebaik-baiknya bid'ah adalah ini".

2⃣Pemberian titik dan harakat dalam mushhaf itu bid'ah yang baik atau buruk?. Karena pemberian titik dan harakat tidak dilakukan oleh para sahabat, tetapi oleh seorang tabi'in yang bernama Yahya bin Ya'mar.
👆Di sini tidak mungkin lagi bagi Wahhabi untuk merubah definisi bid'ah lagi. Pilihannya mengakui adanya bid'ah yang baik (hasanah), atau menganggap pemberian titik dan harakat dalam mushhaf itu bid'ah yang buruk atau sesat.

✔️Apabila mereka menganggapnya sebagai bid'ah yang sesat, maka katakanlah kepada mereka, silahkan kalian baca al-Qur'an yang tidak bertitik dan tidak berharakat apabila kalian bisa?! Dan jangan kalian cetak dan sebarkan mushhaf yang bertitik dan berharakat lagi!!. Apabila kalian tetap melakukannya berarti kalian pelaku dan penyebar bid'ah.

Apabila Wahhabi berkata:
"Itu bukan bid'ah dalam ibadah, apabila dalam masalah ibadah maka semua bid'ah itu sesat"

Maka katakanlah:
Apakah orang yang membaca al-Qur'an yang ada titik dan harakatnya tidak sedang beribadah kepada Allah? Apakah dia tidak akan mendapatkan pahala karena membaca al Qur'an yang ada titik dan harakatnya?!

Jangan bicara semaunya sendiri.. sebenarnya mereka bisa ngaji saudara ku, tapi hanya sampai kerongkongan tidak smpai ke hati, pembuktian hadist nabi tentang mereka akan keluar di akhir zaman, bicara sebaik2 nya bicara mereka bagai anak panah keluar dari busur nya
لا حول ولا قوة الا بالله.

Mari kita doakan mereka, sesungguhnya sejata terbaik untuk menolong saudara yang tersesat adalah do'a. INSYA ALLAH saudara ku, semoga anda, saya dan seluruh umat muslim selalu dalam lindungan Allah SWT.

Wallahu a'lam.

Rabu, 03 Juni 2020

CARA MUDAH MENGENALI WAHABI

Mereka tidak akan  lepas dari pembicaraan seperti ini:

*1. Mana Dalil nya?*
*2. Mana hadist nya?*
*3. Ini Syirik*
*4. Ini Bid'ah*
*5. Ini Sesat*
*6. Ini Kafir*
*7. Ini tidak di lakukan oleh Rasulullah SAW dan Sahabatnya*

*08. Kamu Syi'ah ya.. ?*
(Perkataan ini 👆🏻pasti akan di lontarkan pada mereka yang memprotes wahabi)

9.  Share hadist pasti akan ada tulisan:
*Di Shahih kan ALBANI*

*10. Kalau Saya: Kembali pada Al Qur'an dan Hadist.*
(Seolah2 dia sudah merasa mampu *mengambil hukum langsung dari hadist dan Al qur'an* padahal pada kenyataan nya masih mengambil rujukan berdasar pendapat ulama'2 mereka seperti:

*Ibnu Taimiyah, Utsaimin, Al Fauzan, dll)*

CIRI-CIRI WAHABI



*بسم الله الرحمن الر حيم*

إن الحمد لله نحمده تعالى ونستعينه ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا ، من يهديه الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ، واشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، واشهد أن محمد عبده ورسوله {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون} سورة: آل عمران – الآية: 102

  *CIRI-CIRI PAHAM WAHABI:*

1.Sering merujuk pendapat Ibnu Taimiyyah, al-Albani, Ibnu Qayyim, Abdul Aziz bin Baz dan Ibnu Ustaimin.

2. Mengatakan Allah ada di langit bersemayam di atas Arsy.

3. Membagi tauhid kepada tiga: tauhid Uluhiyyah, Rububiyyah dan Asma' wa sifat.

- Menolak amalan menyebut lafald niat solat (USHOLLI).

- Menolak amalan menyebut SAYYIDINA ketika bersolawat.

- Menolak amalan mengusap muka setelah selesai solat.

- Menolak zikir, wirid dan doa berjamaah setelah solat di masjid/musolla/tempat tertentu.

- Menolak amalan baca yaasiin berjamaah pada malam jumat di masjid/musolla/tempat tertentu.

- Menolak amalan solat tarawih 20 raka'at.

- Menolak amalan baca yaasiin 3 kali pada malam nishfu Sya'ban.

- Menolak amalan membaca doa akhir dan awal tahun.

- Menolak bacaan talqin ketika pengebumian mayat.

- Menolak tahlil.

- Menolak bacaan barzanji.

- Menolak amalan solawat syifa', Sholawat fatih, Sholawat nariyah.

- Menolak sambutan maulidur rasul.

- Menolak amalan ziarah makam nabi/makam auliya'.

- Menolak bacaan tarhim dan bacaan Al-Quran sebelum azan subuh menggunakan pengeras suara.

- Mengatakan tiada solat qabliah jumat.

- Menolak amalan membaca teks ketika khutbah.

- Menolak tasawwuf dan tarekat.

- Menolak MADZHAB.

- Mengatakan bid'ah tidak ada yang hasanah, semua bid'ah adalah sesat.

- Menolak beramal dengan hadits dhaif.

- Menolak amalan tawassul dengan orang yang sudah meninggal dunia. 

- Menolak amalan tabarruk selain dari Nabi Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam.

- Menolak amalan istighoutsah. 

- Mengatakan talak tiga sekaligus cuma jatuh talak satu.

- Menolak manhaj Asy'ariah dan Maturidiyah.

- Menolak Sifat Dua Puluh.
 
 
*AQIDAH*

1. Membagi Tauhid menjadi 3 bagian yaitu: 

(a). Tauhid Rububiyyah: Dengan tauhid ini, mereka mengatakan bahwa kaum musyrik Mekkah dan orang-orang kafir juga mempunyai tauhid.

(b). Tauhid Uluhiyyah: Dengan tauhid ini, mereka menafikan tauhid umat Islam yang bertawassul, beristighoutsah dan bertabarruk sedangkan ketiga-tiga perkara tersebut diterima oleh jumhur ulama Islam khasnya ulama Empat Imam madzhab.

(c.) Tauhid Asma’ dan Sifat: Tauhid versi mereka ini bisa menjerumuskan umat islam ke lembah tashbih dan tajsim kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti: 

-Menterjemahkan istiwa’ sebagai bersemayam/bersila

-Merterjemahkan yad sebagai tangan.

-Menterjemahkan wajh sebagai muka.

-Menisbahkan jihah (arah) kepada Allah (arah atas – jihah ulya).

-Menterjemah janb sebagai lambung/rusuk.

-Menterjemah nuzul sebagai turun dengan dzat.

-Menterjemah saq sebagai betis.

-Menterjemah ashabi’ sebagai jari-jari, dll.

-Menyatakan bahwa Allah سبحانه وتعالى mempunyai “surah” atau rupa.

-Menambah bi dzatihi haqiqatan [dengan dzat secara hakikat] di akhir setiap ayat-ayat mutasyabihat.

2. Memahami ayat-ayat mutasyabihat secara dhahir tanpa penjelasan terperinci dari ulama-ulama yang mu’tabar.

3. Menolak asy-sya'iroh dan al-Maturidiyah yang merupakan ulama’ Islam dalam perkara Aqidah yang diikuti mayoritas umat islam.

4. Sering mengkritik asy-Sya’irah bahkan sehingga mengkafirkan asy-Sya’irah.

5. Menyamakan asy-Sya’irah dengan Mu’tazilah dan Jahmiyyah atau Mu’aththilah dalam perkara mutashabihat.

6. Menolak dan menganggap tauhid sifat 20 sebagai satu konsep yang bersumberkan falsafah Yunani dan Greek.

7. Berlindung di balik madzhab Salaf.

8. Golongan mereka ini dikenal sebagai al-Hasyawiyyah, al-Musyabbihah, al-
Mujassimah atau al-Jahwiyyah dikalangan ulama’ Ahli Sunnah wal Jama’ah.

9. Sering menuduh bahwa Abu Hasan Al-Asy’ari telah kembali ke madzhab Salaf setelah bertaubat dari mazhab asy-Sya’irah. Menuduh ulama’ asy-Sya’irah tidak betul-betul memahami faham Abu
Hasan Al-Asy’ari.

10. Menolak ta’wil dalam bab Mutasyabihat. 

11. Sering menuduh bahwa mayoritas umat Islam telah jatuh kepada perbuatan syirik.

12. Menuduh bahwa amalan memuliakan Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam 
 [ membaca maulid dll ] membawa kepada perbuatan syirik.

13. Tidak mengambil pelajaran sejarah para anbiya’, ulama’ dan sholihin dengan
dalih menghindari syirik.

14. Pemahaman yang salah tentang makna syirik, sehingga mudah menghukumi orang sebagai pelaku syirik.

15. Menolak tawassul, tabarruk dan istighoutsah dengan para anbiya’ serta sholihin.

16. Mengganggap tawassul, tabarruk dan istighoutsah sebagai cabang-cabang syirik.

17. Memandang remeh karomah para wali [auliya’].

18. Menyatakan bahwa ibu bapak dan datuk Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak selamat dari adzab api neraka.

19. Mengharamkan mengucap “radhiallahu ‘anha” untuk ibu Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam, Sayyidatuna Aminah.

*SIKAP*

1. Sering membid’ahkan amalan umat Islam bahkan sampai ke tahap mengkafirkan
mereka.

2. Mengganggap diri sebagai mujtahid atau berlagak sepertinya (walaupun tidak layak).

3. Sering mengambil hukum secara langsung dari al-Qur’an dan hadits (walaupun tidak layak).

4. Sering mentertawakan dan meremehkan ulama’ pondok dan golongan agama yang lain.

5. Ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits yang ditujukan kepada orang kafir sering ditafsir kepada orang Islam.

6. Memaksa orang lain berpegang dengan pendapat mereka walaupun pendapat itu syaz (janggal). 

*HADITS*

1. Menolak beramal dengan hadis dho’if.

2. Penilaian hadits yang tidak sama dengan penilaian ulama’ hadits yang lain.

3. Mengagungkan Nasiruddin al-Albani di dalam bidang ini [walaupun beliau tidak
mempunyai sanad Untuk menyatakan siapakah guru-guru beliau dalam bidang hadits.
[Bahkan mayoritas muslim mengetahui bahwa beliau tidak mempunyai guru dalam bidang hadits dan diketahui bahwa beliau belajar hadits secara sendiri dan ilmu jarh dan ta’dil beliau adalah mengikut Imam al-Dhahabi].

4. Sering menganggap hadits dho’if sebagai hadits maudhu’ [mereka mengumpulkan hadits dho’if dan palsu di dalam satu kitab atau bab seolah-olah kedua-dua kategori hadits tersebut adalah sama].

5. Pembahasan hanya kepada sanad dan matan hadits, dan bukan pada makna hadits. Oleh karena itu, perbedaan pemahaman ulama’ [syawahid] dikesampingkan.

*QUR’AN* 

1. Menganggap tajwid sebagai ilmu yang menyusahkan dan tidak perlu (Sebagian Wahabi indonesia yang jahil/bodoh) 

*FIQH*

1. Menolak mengikuti madzhab imam-imam yang empat; pada hakikatnya
mereka bermadzhab “TANPA MADZHAB”.

2. Mencampuradukkan amalan empat mazhab dan pendapat-pendapat lain sehingga membawa kepada talfiq [mengambil yang disukai] haram.

3. Memandang amalan bertaqlid sebagai bid’ah; mereka mengklaim dirinya ber ittiba’.

4. Sering mengungkit dan mempermasalahkan soal-soal khilafiyyah.

5. Sering menggunakan dakwaan ijma’ ulama dalam masalah khilafiyyah.

6. Menganggap apa yang mereka amalkan adalah sunnah dan pendapat pihak lain adalah Bid’ah.

7. Sering menuduh orang yang bermadzhab sebagai ta’assub [fanatik] mazhab.

8. Salah faham makna bid‟ah yang menyebabkan mereka mudah membid‟ahkan orang lain.

9. Mempromosikan madzhab fiqh baru yang dinamakan sebagai Fiqh al-Taysir, Fiqh al-Dalil, Fiqh Musoffa, dll [yang jelas keluar daripada fiqh empat mazhab].

10. Sering mengkoarkan agar hukum ahkam fiqh dipermudahkan dengan menggunakan hadis “Yassiru wa la tu’assiru, farrihu wa la tunaffiru”.

11. Sering mengatakan bahwa fiqh empat madzhab telah ketinggalan zaman.

*NAJIS*

1. Sebagian mereka sering mempermasalahkan dalil akan kedudukan babi sebagai najis mughalladhah.

2. Menyatakan bahwa bulu babi itu tidak najis karena tidak ada darah yang mengalir.

*WUDHU’*

1. Tidak menerima konsep air musta’mal.

2. Bersentuhan lelaki dan perempuan tidak membatalkan wudhu.

3. Membasuh kedua belah telinga dengan air basuhan rambut dan tidak dengan air yang baru.

*ADZAN*

1. Adzan Juma’t sekali; adzan kedua ditolak 

*SHALAT* 

1. Mempromosikan “Sifat Shalat Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam‟,

dengan alasan kononnya shalat berdasarkan fiqh madzhab adalah bukan sifat shalat Nabi yang benar.

2. Menganggap melafazhkan kalimat “usholli” sebagai bid’ah.

3. Berdiri dengan kedua kaki mengangkang.

4. Tidak membaca “Basmalah‟ secara jahar.

5. Mengangkat tangan sewaktu takbir sejajar bahu atau di depan dada.

6. Meletakkan tangan di atas dada sewaktu berdiri.

7. Menganggap perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam shalat sebagai perkara bid‟ah (sebagian Wahabiyyah Indonesia yang jahil).

8. Menganggap qunut Subuh sebagai bid’ah.

9. Menggangap penambahan “wa bihamdihi” pada tasbih ruku’ dan sujud adalah bid’ah.

10. Menganggap mengusap muka selepas shalat sebagai bid’ah.

11. Shalat tarawih hanya 8 rakaat; mereka juga mengatakan shalat tarawih itu
sebenarnya adalah shalat malam (shalatul-lail) seperti pada malam-malam lainnya.

12. Dzikir jahr di antara rakaat-rakaat shalat tarawih dianggap bid’ah.

13. Tidak ada qadha’ bagi shalat yang sengaja ditinggalkan.

14. Menganggap amalan bersalaman setelah shalat adalah bid’ah.

15. Menggangap lafazh sayyidina (taswid) dalam shalat sebagai bid’ah.

16. Menggerak-gerakkan jari sewaktu tasyahud awal dan akhir.

17. Boleh jama’ dan qashar walaupun kurang dari dua marhalah.

18. Memakai sarung atau celana setengah betis untuk menghindari isbal.

19. Menolak shalat sunnat qabliyyah sebelum Jum’at.

20. Menjama’ shalat sepanjang semester pengajian, karena mereka berada di landasan Fisabilillah

*DO’A, DZIKIR DAN BACAAN AL-QUR’AN*

1. Menggangap do’a berjama’ah setelah shalat sebagai bid’ah.

2. Menganggap dzikir dan wirid berjama’ah sebagai bid’ah.

3. Mengatakan bahwa membaca “Sodaqallahul ‘azhim” setelah membaca al-Qur’an adalah Bid’ah.

4. Menyatakan bahwa do’a, dzikir dan shalawat yang tidak ada dalam al-Qur’an dan Hadits sebagai bid’ah. Sebagai contoh mereka menolak Dala’il al-Khairat, Shalawat al-Syifa‟, al-Munjiyah, al-Fatih, Nur al-Anwar, al-Taj, dll.

5. Menganggap amalan bacaan Yasin pada malam Jum’at sebagai bid’ah yang haram.

6. Mengatakan bahwa sedekah atau pahala tidak sampai kepada orang yang telah wafat.

7. Mengganggap penggunaan tasbih adalah bid’ah.

8. Mengganggap dzikir dengan bilangan tertentu seperti 1000 (seribu), 10,000 (sepuluh ribu), dll sebagai bid’ah.

9. Menolak amalan ruqiyyah syar’iyah dalam pengobatan Islam seperti wafa‟, azimat, dll.

10. Menolak dzikir isim mufrad: Allah Allah.

11. Melihat bacaan Yasin pada malam nisfu Sya’ban sebagai bid’ah yang haram.

12. Sering menafikan dan memperselisihkan keistimewaan bulan Rajab dan Sya’ban.

13. Sering mengkritik keutamaan malam Nisfu Sya’ban.

14. Mengangkat tangan sewaktu berdoa’ adalah bid’ah.

15. Mempermasalahkan kedudukan shalat sunat tasbih. 

*PENGURUSAN JENAZAH DAN KUBUR*

1. Menganggap amalan menziarahi maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para anbiya’, awliya’, ulama’ dan sholihin sebagai bid’ah dan shalat tidak boleh dijama’ atau qasar dalam ziarah seperti ini.

2. Mengharamkan wanita menziarahi kubur.

3. Menganggap talqin sebagai bid’ah.

4. Mengganggap amalan tahlil dan bacaan Yasin bagi kenduri arwah sebagai bid’ah yang haram.

5. Tidak membaca do’a setelah shalat jenazah.

6. Sebagian ulama’ mereka menyeru agar Maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikeluarkan dari masjid nabawi atas alasan menjauhkan umat Islam dari syirik.

7. Menganggap kubur yang bersebelahan dengan masjid adalah bid’ah yang haram.

8. Do’a dan bacaan al-Quran di pekuburan dianggap sebagai bid’ah.

*MUNAKAHAT [PERNIKAHAN]* 

1. Talak tiga (3) dalam satu majlis adalah talak satu (1) 

*MAJLIS / PERAYAAN*

1. Menolak peringatan Maulid Nabi; bahkan menyamakan sambutan Maulid Nabi dengan perayaan kristen bagi Nabi Isa as.

2. Menolak amalan marhaban para habaib.

3. Menolak amalan barzanji.

4. Berdiri ketika bacaan maulid adalah bid’ah

5. Menolak peringatan Isra’ Mi’raj, dll. 

*HAJI DAN UMRAH* 

1. Mencoba untuk memindahkan “Maqam Ibrahim as.” namun usaha tersebut telah digagalkan oleh al-Marhum Syeikh Mutawalli Sya’rawi saat beliau menemui Raja Faisal ketika itu.

2. Menghilangkan tanda 
telaga zam-zam.

3. Mengubah tempat sa’i di antara Sofa dan Marwah yang mendapat tentangan ulama’ Islam dari seluruh dunia.

*PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN* 

1. Maraknya para professional yang bertitle LC menjadi “ustadz-ustadz‟ mereka (di Indonesia).

2. Ulama-ulama yang sering menjadi rujukan mereka adalah:
a. Ibnu Taymiyyah al-Harrani
b. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
c. Muhammad bin Abdul Wahhab
d. Syekh Abdul Aziz bin Baz
e. Nasiruddin al-Albani
f. Syeikh Sholeh al-Utsaimin
g. Syeikh Sholeh al-Fawzan
h. Adz-Dzahabi dll. 

3. Sering mendakwahkan untuk kembali kepada al-Qura-n dan Hadits (tanpa menyebut para ulama’, sedangkan al-Qur-an dan Hadits sampai kepada umat Islam melalui para ulama’ dan para ulama’ juga lah yang memelihara dan menjabarkan kandungan al-Qur’an dan Hadits untuk umat ini).

4. Sering mengkritik Imam al-Ghazali dan kitab “Ihya’ Ulumuddin” 

*PENGKHIANATAN MEREKA KEPADA UMAT ISLAM* 

1. Bersekutu dengan Inggris dalam menjatuhkan kerajaan Islam Turki Utsmaniyyah.

2. Melakukan perubahan kepada kitab-kitab ulama’ yang tidak sehaluan dengan mereka.

3. Banyak ulama’ dan umat Islam dibunuh sewaktu kebangkitan mereka di timur tengah.

4. Memusnahkan sebagian besar peninggalan sejarah Islam seperti tempat lahir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, meratakan maqam al-Baqi’ dan al-Ma’la [makam para isteri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Baqi’, Madinah dan Ma’la, Mekah], tempat lahir Sayyiduna Abu Bakar dll, dengan hujjah tempat tersebut bisa membawa kepada syirik.

5. Di Indonesia, sebagian mereka dulu dikenali sebagai Kaum Muda atau Mudah [karena hukum fiqh mereka yang mudah, ia merupakan bentuk ketaatan bercampur dengan kehendak hawa nafsu]. 

*TASAWWUF DAN THARIQAT* 

1. Sering mengkritik aliran Sufisme dan kitab-kitab sufi yang mu’tabar

2. Sufiyyah dianggap sebagai kesamaan dengan ajaran Budha dan Nasrani

3. Tidak dapat membedakan antara amalan sufi yang benar dan amalan bathiniyyah yang sesat. 

*Inilah kejahatan dan kesesatan aliran Salafi Wahabi yakni ajaran yang dibawakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab at-Tamimi an-Najdi :*

1. Allah bersemayam di atas ‘arsy seperti akidahnya kaum Yahudi.

2. Golongan yang beriman kepada setengah ayat Al-Qur’an dan kafir dengan setengah ayat Al-Quran yang lain.

3. Golongan yang menolak Takwil pada setengah ayat, dan membolehkan Takwil pada setengah ayat yang lain berdasarkan mengikuti hawa nafsu mereka.

4. Golongan yang menafikan Kenabian Nabi Adam Alaihissalaam.

5. Golongan yang menyatakan bahwa Alam ini Qidam/Maha Dahulu (Rujuk pandangan ibn Taimiyyah).

6. Golongan yang mengkafirkan Imam Abu al-Hasan Al-Asy’ari dan para pengikutnya.

7. Golongan yang mengkafirkan Sultan Sholahuddin Al-Ayyubi dan Sultan Muhammad Al-Fateh.

8. Golongan yang mengkafirkan Imam An-Nawazwi dan Seluruh Ulama Islam yang menjadi para pengikutnya (Asy’ariyah dan Maturidiyah).

9. Golongan yang mendhoifkan hadits-hadits shohih dan menshohihkan hadits-hadits dhoif (lihat penulisan Albani).

10. Golongan yang tidak mempelajari ilmu dari Guru atau Syeikh, hanya copy paste dan membaca dari buku-buku dan sebagainya.

11. Golongan yang mengharamkan bermusafir ke Madinah dengan niat ziarah Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam.

12. Golongan yang membunuh Ummat Islam beramai-ramai di Mekah, Madinah, dan beberapa kawasan di tanah Hijaz (lihat tarikh an-Najdi).

13. Golongan yang meminta bantuan Askar dan Senjata pihak Britain (yang bertapak di tempat Kuwait pada ketika ini) ketika kalah dalam perang ketika mereka ingin menjajah Mekkah dan Madinah.

14. Golongan yang menghancurkan turath (sejarah peninggalan) Ummat Islam di Mekkah dan Madinah. (lihat kawasan pekuburan Jannatul Baqi, Bukit Uhud dan sebagainya).

15.  Golongan yang membenci kaum ahlul bait/keturunan Nabi.

16. Golongan yang bertentangan dengan Ijma para Shohabat, Tabiin, Salaf, Khalaf dan seluruh Ulama ASWAJA.

17. Golongan yang mendakwa akal tidak boleh digunakan dalam dalil syara’, dengan menolak fungsi akal (ayat-ayat Al-Quran menyarankan menggunakan akal).

18. Golongan yang mengejar syuhrah (pangkat, 

nama, promosi, kemasyhuran) dengan menggunakan pemahaman mereka yang salah terhadap Al-Qura’n dan As-Sunnah.

19.  Golongan yang mendhoifkan hadits solat tarawih 20 rakaat. (Albani)

20.  Golongan yang mengharamkan menggunakan Tasbih. (Albani)

21. Golongan yang mengharamkan berpuasa pada hari sabtu walaupun hari Arafah jatuh pada hari tersebut. (Albani)

22.  Golongan yang melecehkan Imam Abu Hanifah R.A. (Albani)

23. Golongan yang mendakwa Allah memenuhi alam ini dan menghina Allah dengan meletakkan anggota pada Allah سبحانه وتعالى.

24. Golongan yang mendakwa Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam tidak hayyan (hidup) di kuburan beliau. (Albani)

25. Golongan yang melarang membaca Sayyidina dan menganggap perbuatan itu bid'ah dholalah/sesat.

26. Golongan yang mengingkari membaca Al-Quran dan membaca talqin pada orang yang meninggal.

27.  Golongan yang melarang membaca shalawat setelah adzan. (Albani)

28. Golongan yang mengatakan Syurga dan Neraka ini fana (tidak akan kekal). (ibn Taimiyyah)

29. Golongan yang mengatakan lafadz talaq tiga tidak jatuh, jika aku talaq kamu dengan talaq tiga. (ibn Taimiyyah).

30. Golongan yang mengisbatkan (menyatakan/menetapkan) tempat bagi Allah. (Ibn Taimiyyah)

31. Golongan yang menggunakan uang rupiah untuk menggerakkan ajaran sesat mereka, membuat tadlis (penipuan dan pengubahan) di dalam kitab-kitab ulama yang tidak sependapat dengan mereka.

32. Golongan yang mengkafirkan orang Islam yang menetap di Palestine sekarang ini. (Albani)

33.  Golongan yang membid’ahkan seluruh ummat Islam.

34. Golongan yang menghukumi syirik terhadap amalan ummat Islam yang tidak sepaham dengan mereka.

35. Golongan yang membawa ajaran tauhid dan tidak pernah belajar ilmu tauhid. (Ibn Taimiyyah)

36. Golongan yang mengatakan bahwa Abu Jahal dan Abu Lahab juga mempunyai tauhid, tidak pernah Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa sallam mengajar begini atau pun para Shohabah R.A. (Muhammad Abdul Wahab)

37. Golongan yang membolehkan memakai lambang salib hanya semata-mata untuk mujamalah/urusan resmi kerajaan, dan hukumnya tidak kufur. (Bin Baz)

38.  Golongan yang membiayai keuangan Askar Kaum Kuffar untuk membunuh Ummat Islam dan melindungi negara mereka. (kerajaan Wahhabi Saudi)

39.  Golongan yang memberi Syarikat-syarikat Yahudi memasuki Tanah Haram. (Kerajaan Wahhabi Saudi)

40.  Golongan yang memecah-belah Ummat Islam dan institusi kekeluargaan.

41.  Golongan yang mengharamkan Maulid dan bacaan-bacaan barzanji, marhaban.

42.  Golongan yang menghalalkan bom bunuh diri atas nama jihad walaupun orang awam kafir yang tidak bersenjata mati. (selain di Palastine)

43. Golongan yang menghalalkan darah Ahlus Sunnah Wal Jamaah Asy’ariyah dan Maturidiyah. Lihat di Lubnan, Chechnya, Algeria, dan beberapa negara yang lain.

44.  Golongan yang menimbulkan fitnah terhadap Ummat Islam dan menjelek-jelekkan nama baik Islam.

45.  Golongan yang membuat kekacauan di Fathani, Thailand.

46.  Golongan yang sesat menyesatkan rakyat Malaysia.

47.  Golongan yang meninggalkan ajaran dan ilmu-ilmu Ulama ASWAJA yang muktabar.

48.  Golongan yang meninggalkan methodologi ilmu ASWAJA.

49.  Golongan yang minoritas dalam dunia, malah baru kemaren sore seumur jagung.

50.  Golongan yang menuduh orang lain dengan tujuan melarikan diri atau menyembunyikan kesesatan mereka.

51.  Golongan yang jahil, tidak habis mempelajari ilmu-ilmu Agama, tetapi ingin membuat fatwa sesuka hati.

52.  Golongan yang melarang bertaqlid, tetapi mereka lebih bertaqlid kepada mazhab sesat mereka.

53.  Golongan yang secara dzahirnya berjubah, berkopiah, celana di atas tumit, janggut panjang tetapi kelewatan, tidak menghormati ulama, mengutuk para Alim Ulama dan tidak amanah dengan ilmu dan agama Islam.

54.  Golongan yang tidak hujjah dalam ajaran mereka.

55. Golongan yang membawa ajaran sesat Ibn Taimiyyah/Muhamad Ibn Abd Wahab, kedua-dua individu ini telah dicemooh, ditentang, dijawab dan dikafirkan oleh Jumhur Ulama ASWAJA atas dasar akidah mereka yang sesat.

Wallahu a’lam bish-Showab