Minggu, 14 Oktober 2018

Rubah tidak berekor

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم     

*۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞.*

KISAH HIKMAH

Ekor rubah itu terputus setelah tertimpa sebongkah batu.
Ketika bertemu rubah yang lain iba ditanya

"Mengapa ekormu terputus?"

Ia menjawab:

"Tanpa ekor begini aku serasa terbang seperti seekor burung di langit itu."

"Ah masa ??"Temannya tidak percaya.

🤔Namun rasa penasaran dan bayangan akan indahnya rasa terbang itu menyebabkan rubah yang bertanya tadi memutuskan untuk memotong ekornya.*
*Dan seketika ia menjerit meraung kesakitan. Ia protes akan kebohongan temannya.

Rubah pertama dengan enteng menjawab

"Kalau aku memberitahu rubah lain penyebab putusnya ekorku, mereka pasti mengejekku dan tidak akan mau memotong ekor mereka."

Keduanya akhirnya bersepakat untuk menyebarkan kebohongan itu.

Dalam waktu yang tidak lama hampir seluruh rubah dihutan itu tak memiliki ekor.

Nah.. Setelah mayoritas tidak lagi berekor, rubah lupa asal usulnya. Mereka kini justru tertawa dan mengejek bila bertemu rubah yang masih berekor.

Bila kerusakan telah menyebar, orang-orang pasti akan terbiasa.

Mereka akan melihat kebaikan sebagai bahan olok-olokan.
Kebaikan sebagai suatu yang tercela

Seorang salafuna sholeh berkata:

"Akan datang suatu masa dimana orang-orang beriman akan dicela karena keimanannya sebagaimana saat ini orang-orang berdosa dicela karena dosa-dosanya."

Semoga bermanfat n kita bisa mengambil hikmahnya.

Sumber:

Majlis Ahlulbayt
Nusantara Cinta Rasul

Cinta Rasul International Community

Tidak ada komentar:

Posting Komentar