Selasa, 13 Februari 2018

Doa pengobatan

BACAAN APA SAJA YANG BISA MENYEMBUHKAN PENYAKIT?

Amalan bagi orang yang sedang sakit, dari Al Ḥabīb Umar bin Hafīdz (Semoga Allah Swt selalu menjaga Beliau dan memberi Faedah bagi kita yang mengikutinya).

Bacalah ini:

بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤذِيكَ
حَصَّنْتُكَ بالحَيِّ القَيُّومِ الّذي لايَموتُ أبَدَاً ودَفَعْتُ عَنْكَ السُّوءَ بِأَلْفِ أَلْفِ اَلْفِ لا حَوْلَ و لا
قُوَّةَ إِلا باللهِ العَليِّ العَظِيمِ

Bismillāhi Arqika Min Kulli Shay’in Yu’dhik. Ḥaṣṣantuka BilḤayyi’l Qayyum, Alladhī Lā Yamūtu Abadan Wa Dafa’tu ‘Ankassu’a Bi Alfi Alfi Alfi Lā Hawlā Wa Lā Quwwata Illa Billāhi ‘Aliyyi’l `Aẓīm.

Dengan Nama Allah, aku mencari kesembuhan untukmu, dari segala macam hal yang mengganggumu.

Aku tempatkan anda dalam lindungan Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, yang tak pernah mati, dan aku mengusir semua yang jahat agar menjauh darimu.

Bi Alfi Alfi Alfi Lā Hawlā Wa Lā Quwwata Illa Billāhi ‘Aliyyi’l `Aẓīm

أُعِيذُكَ بِكَلِماتِ اللهِ التَّامَّةْ مِنْ كُلِّ شَيْطانٍ وهَامَّةْ وكُلِّ عَيْنٍ لامَّةْ

U`Idhuka Bi Kalimātillāhi’Tāmmah, Min Kulli Shayṭanin Wa Hāmmah Wa Kulli ‘Aynin Lammah.

Aku mencari perlindungan bagi-Mu dalam kata-kata yang komplit dari Allah, agar terhindar dari semua kekuatan jahat, semua Makhluk dan Mata jahat mereka.

Kemudian bacalah Ayat al-Kursī, Surat al-Falaq dan Surat al-Nās.

Bacakan 6 ayat berikut (pengobatan lewat Ayat Al Qur'an) bisa dibacakan oleh orang yang sakit, atau kita bacakan pada air dan diminumkan pada yang sakit dipagi dan malam hari..:

وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ
وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ
يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

Atau bisa juga kita bacakan Shalawat al-Ṭibbiyyah (bacakan juga pada Air seperti diatas):

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ القُلوبِ و دَوائِها
وعَافِيةِ الأَبْدانِ و شِفائِها و قُوتِ الأَرْواحِ و غِذَائِها و نُورِ الأَبْصارِ و ضِيائِها وعلى آلِهِ وصَحْبِهِ وَ سَلِّمْ

Ya Allah Limpahkan Shalawat dan Salam pada junjungan kami Sayyidina Muhammad, keluarga dan sahabatnya, sumber obat dan penyembuhan untuk Hati Manusia, sumber sehat dan kebaikan bagi Jasad Manusia, sumber makanan bagi jiwa dan sumber cahaya bagi Penglihatan Manusia.

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

22 PETUAH ALHABIB ABDULLAH BIN ALWI ALATTAS DALAM MENDIDIK ANAK


1. “Apabila kalian ingin agar anak-anak kalian menjadi anak yang cerdas dalam berfikir (tangkas), maka lazimkan agar banyak bergerak.”
2. “Apabila kalian ingin agar mereka menjadi anak yang sehat maka lazimkan agar bangun akhir malam.”
3. “Apabila kalian ingin agar mereka bercahaya hatinya dan pemahamannya terbuka, maka lazimkan agar sedikit makan dan rasa lapar.”
4. “Apabila kalian ingin agar mereka berakhlaq bagus maka lazimkan untuk berteman dengan teman yang bagus serta kalian jaga dari teman-teman yang jahat.”
5. Apabila kalian ingin agar mereka memiliki rasa kasih sayang, maka lazimkan mereka untuk mencari ilmu di selain kampungnya dan carikanlah guru selain kalian.”
6. Apabila kalian ingin agar mereka menjadi anak yang shaleh, maka jangan kalian agungkan urusan dunia di hadapan mereka.”
7. “Apabila kalian ingin agar mereka menjadi waliyullah dan selalu dalam hidayah, maka lazimkan mereka untuk makan makanan halal, serta kalian jaga dengan sungguh-sungguh ¬ dari perkara syubhat.”

8. “Apabila kalian ingin agar mereka mempunyai sifat dari sifat-sifatnya orang mulia, maka pilihlah baginya ibu dari keluarga yang mulia.”
9. “Apabila kalian ingin agar mereka menghormati dan memuliakan kalian, maka jangan banyak berkata kasar yang memberatkan mereka dan jangan banyak berkata lembut yang membuat mereka meremehkannya. Akan tetapi berkatalah kepada mereka seperlunya saja.”
10. “Apabila kalian ingin agar urusan mereka selau dipegang oleh Allah Swt., maka jangan memperbanyak lemah lembut/kasihan kepada mereka.”
11. “Apabila kalian ingin agar mereka selalu beruntung dalam urusan agama dan dunianya, maka wajib untuk kalian selalu ikhlas dalam segala amal dan jauhilah perkara haram dan syubhat.”
12. Apabila kalian ingin agar mereka menjadi pemberani, maka lazimkan kepada mereka untuk dermawan.”
13. “Apabila kalian ingin agar mereka bebas dari sifat-sifat munafik, maka lazimkan mereka untuk shalat berjamaah di masjid pada awal waktu.”
14. “Apabila kalian ingin agar mereka selalu khusyuk dan takut kepada Allah Swt., maka lazimkanlah kepada mereka al-Quran di waktu sahur.”
15. “Apabila kalian ingin agar mereka dijaga dari setiap bencana, maka lazimkan mereka untuk beristighfar di waktu sahur (sebelum Shubuh).”
16. “Apabila kalian ingin agar mereka kaya (kaya hati), tercapai segala cita-cita dan dijaga dari segala bencana, maka lazimkanlah mereka agar selau membaca shalawat kepada Nabi Saw. dengan cara dibaca waktu malam 92 kali dan siang 92 kali, yakni shalawat Thibbil Qulub:
اَللَّهُمَّ صَلِّعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا , وَنُوْرِ الاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا , وَعَافِيَةِ الاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا , وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
(Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadin thibbil quluubi wadawaa-ihaa wanuuril abshoori wadhiyaa-ihaa wa‘aafiyatil abdaani wasyifaa-ihaa wa‘alaa aalihi washohbihi wasallim).”
17. “Apabila kalian ingin agar mereka mendapatkan husnul khatimah ketika meninggal, maka lazimkan mereka membaca 41 kali:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ
(Yaa Hayyu Yaa Qayyuumu Laa Ilaaha Illa Anta). Dibaca di antara shalat Qabliyah Shubuh dan shalat Shubuh.”
18. “Apabila kalian ingin agar mereka panjang umur, maka bersedekahlah untuk mereka, dan ajarkan kepada mereka hal tersebut agar mereka mengerjakannya setelah kalian.”
19. “Apabila kalian ingin agar mereka menjadi kuat dan penyabar, maka jauhkan mereka dari kampung halaman untuk menziarahi orang-orang shaleh yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal untuk mendapatkan keberkahan dari mereka.”
20. “Apabila kalian ingin agar mereka selalu berprasangka baik kepada orang-orang pilihan Allah Swt., dan jauh dari berprasangka buruk, maka larang mereka untuk duduk dengan orang-orang bodoh yang tidak peduli dengan perkara agama mereka.”
21. “Apabila kalian ingin agar mereka menjadi seorang pemimpin kaum (orang terpandang), maka jauhkan mereka dari orang-orang bodoh yang tidak peduli dengan perkara agama mereka.”
22. “Apabila kalian menghendaki mereka menjadi pemuka agama (tokoh agama dan masyarakat) maka cegahlah mereka dari pada berkumpul atau ¬bergaul dengan perempuan dan orang tua dan lazimkan bagi mereka berkata benar atau jujur serta tawadhu’ (merendah).”

Sabtu, 10 Februari 2018

*TANDA TANDA AKHIR ZAMAN*

*MUNCULNYA GOLONGAN KHAWARIJ  AKHIR ZAMAN,MERASA AHLI SUNNAH NAMUN MEREKA ADALAH ANJING  NERAKA*

Penulis Oleh Von Edison Alouisci

Dizaman sekarang ini kita di hadapkan  golongan baru ( bidah khawarij ) dan tingkah laku,amal perbuatannya telah di jelaskan Rasulullah dlm beberapa hadits sahih.

*GOLONGAN INI WAJIB DI WASPADAI KRN MEREKRUT ANAK MUDA AWAM YG MUDAH TERMAKAN BUJUK RAYU USTADZ DAN ULAMA SU'UNYA*

Berikut penjelasan Rasulullah yg mengenai bukti tanda tanda kemunculan mereka di akhir zaman dimana perbuatan mereka sama persis dgn prilaku khawarij yg telah merendahkan Rasulullah,sahabat dan akhirnya di tumpas habis di masa khalifah. :

ﺳﻴﺨﺮﺝ ﻓﻲ ﺁﺧﺮ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﻗﻮﻡ ﺃﺣﺪﺙ ﺍﻷﺳﻨﺎﻥ ﺳﻔﻬﺎﺀ ﺍﻷﺣﻼﻡ

*Akan keluar di akhir zaman* (seperti khawarij)
suatu kaum yang usia mereka *masih muda, dan bodoh,*

mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia ( bicara sunnah)

membaca Al Qur’an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dan busurnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

ﻳﺨﺮﺝ ﻗﻮﻡ ﻣﻦ ﺃﻣﺘﻲ ﻳﻘﺮﺋﻮﻥ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻳﺤﺴﺒﻮﻥ ﻟﻬﻢ ﻭﻫﻮ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻻﺗﺠﺎﻭﺯ ﺻﻼﺗﻬﻢ ﺗﺮﺍﻗﻴﻬﻢ

*Suatu kaum dari umatku akan keluar* (seperti khawarij)  membaca Al Qur’an, mereka mengira bacaan Al-Qur’an itu menolong dirinya padahal justru membahayakan dirinya. Shalat mereka tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka.” (HR. Muslim)

ﻳﺤﺴﻨﻮﻥ ﺍﻟﻘﻴﻞ ﻭﻳﺴﻴﺌﻮﻥ ﺍﻟﻔﻌﻞ ﻳﺪﻋﻮﻥ ﺇﻟﻰ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﻴﺴﻮﺍ ﻣﻨﻪ ﻓﻲ ﺷﻲﺀ

*Mereka baik dalam berkata tapi jelek dalam berbuat* (menuduh bidah,syrik,kafir pent)

*mengajak untuk mengamalkan kitab Allah* (sesuai quran dan hadits shohih)  padahal mereka tidak menjalankannya sedikitpun.” (HR. Al-Hakim)

ﺇِﻥَّ ﺃَﺧْﻮَﻑَ ﻣَﺎ ﺃَﺧَﺎﻑُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﺟُﻞٌ ﻗَﺮَﺃَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺭُﺋِﻴَﺖْ ﺑَﻬْﺠَﺘُﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺭِﺩْﺋًﺎ ﻟِﻠْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ، ﺍﻧْﺴَﻠَﺦَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻧَﺒَﺬَﻩُ ﻭَﺭَﺍﺀَ ﻇَﻬْﺮِﻩِ، ﻭَﺳَﻌَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﺎﺭِﻩِ ﺑِﺎﻟﺴَّﻴْﻒِ، ﻭَﺭَﻣَﺎﻩُ ﺑِﺎﻟﺸِّﺮْﻙِ ‏» ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗُﻠْﺖُ : ﻳَﺎ ﻧَﺒِﻲَّ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﺃَﻳُّﻬُﻤَﺎ ﺃَﻭْﻟَﻰ ﺑِﺎﻟﺸِّﺮْﻙِ، ﺍﻟْﻤَﺮْﻣِﻲُّ ﺃَﻡِ ﺍﻟﺮَّﺍﻣِﻲ؟ ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺑَﻞِ ﺍﻟﺮَّﺍﻣِﻲ »

*Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu*

adalah *seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya* terhadap al-Qur’ân dan *dia menjadi pembela Islam*, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan *menyerang tetangganya* dengan pedang dan *menuduhnya musyrik*”.

Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, *“Penuduhnya”*. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la)

ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻗَﻮْﻡٌ ﻣِﻦْ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻳَﻘْﺮَﺀُﻭﻥَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻟَﻴْﺴَﺖْ ﻗِﺮَﺍﺀَﺗُﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﻗِﺮَﺍﺀَﺗِﻬِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺻَﻠَﺎﺗُﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺻَﻠَﺎﺗِﻬِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺻِﻴَﺎﻣُﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﻴَﺎﻣِﻬِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻳَﻘْﺮَﺀُﻭﻥَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻳَﺤْﺴِﺒُﻮﻥَ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﻬُﻢْ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻟَﺎ ﺗُﺠَﺎﻭِﺯُ ﺻَﻠَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺗَﺮَﺍﻗِﻴَﻬُﻢْ ﻳَﻤْﺮُﻗُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﻛَﻤَﺎ ﻳَﻤْﺮُﻕُ ﺍﻟﺴَّﻬْﻢُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮَّﻣِﻴَّﺔِ

*Akan keluar suatu kaum dari umatku* (seperti khawarij)

mereka membaca Alquran, *bacaan kamu dibandingkan dengan bacaan mereka tidak ada apa-apanya*

demikian pula *shalat dan puasa kamu dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka tidak ada apa-apanya*

*Mereka membaca Alquran dan mengiranya sebagai pembela mereka, padahal ia adalah hujjah yang menghancurkan alasan mereka*

*Shalat mereka tidak sampai ke tenggorokan, mereka lepas dari Islam sebagaimana melesatnya anak panah dari busurnya*” (HR. Abu Dawud)
.
Bahkan merekapun membawakan hadis-hadis Nabi SAW, namun dipahami dengan pemahaman yang tidak benar (tekstual)

ﻳَﺄْﺗِﻲ ﻓِﻲ ﺁﺧِﺮِ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥِ ﻗَﻮْﻡٌ ﺣُﺪَﺛَﺎﺀُ ﺍﻟْﺄَﺳْﻨَﺎﻥِ ﺳُﻔَﻬَﺎﺀُ ﺍﻟْﺄَﺣْﻠَﺎﻡِ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﺧَﻴْﺮِ ﻗَﻮْﻝِ ﺍﻟْﺒَﺮِﻳَّﺔِ ﻳَﻤْﺮُﻗُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﻛَﻤَﺎ ﻳَﻤْﺮُﻕُ ﺍﻟﺴَّﻬْﻢُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮَّﻣِﻴَّﺔِ ﻟَﺎ ﻳُﺠَﺎﻭِﺯُ ﺇِﻳﻤَﺎﻧُﻬُﻢْ ﺣَﻨَﺎﺟِﺮَﻫُﻢْ

*Akan ada di akhir zaman suatu kaum yang usianya muda* (bertingkah khawarij)

*dan pemahamannya dangkal*

*mereka mengucapkan perkataan manusia yang paling baik (sesuai quran dan hadits shohih)*

mereka lepas dari Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya, iman mereka tidak sampai ke tenggorokan..” (HR Bukhari)

ﺍﻟﺨﻮﺍﺭﺝ ﻛﻼﺏ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻨﺎﺭ
*Meraka Al-Khawarij adalah anjingnya ahli neraka*

ﻫَﻠَﻚَ ﺍﻟﻤـُـــﺘَﻨَﻄِّﻌُﻮْﻥَ
*Celakalah orang-orang yang suka melampaui batas.*” (HR. Muslim) . Beliau mengucapkannya hingga tiga kali.

*LIHATLAH LAKU WAHABI*

١ . ﺃَﺣْﺪَﺍﺙُ ﺍْﻷَﺳْﻨَﺎﻥِ

1. Umur masih muda -muda
Firanda, Hartono A. Jaiz, Yazid Qodir Jawaz dkk
٢ . ﺳُﻔَﻬَﺎﺀُ ﺍْﻷَﺣْﻼَﻡِ

2. Angan -angan bodoh seperti mimpi
٣ . ﻳَﻘُﻮْﻟُﻮْﻥَ ﻗَﻮْﻝَ ﺧَﻴْﺮِ ﺍﻟْﺒَﺮِﻳَّﺔِ

3. Sering mengucapkan Hadits Nabi
Harus pakai dalil anti mazhab fiqh harus kembali kepada hadits.

٤ . ﻳَﻘْﺮَﺅُﻭﻥَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻻَ ﻳُﺠَﺎﻭِﺯُ ﺣَﻨَﺎﺟِﺮَﻫُﻢْ

4. Membaca Al Qur’an tidak melewati kerongkongan
Selalu ngomong kembali kepada Al Qur’an dan Hadits dan anti fiqh bermazhab.

5.lihat tingkah laku pengikutnya nyaris tdk berbeda dgn khawarij,dakwah sunnah,bicar anti bidah,menolak kritik krn merasa ahli ibadah.

HATI HATILAH DGN GOLONGAN INI !!

Ikutilah  paham mayoritas Aswaja  dunia jika tdk ingin tersesat dan salah beramal ibadah.

ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺍﻟﻌﺒﺎﺱ ﺑﻦ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﺍﻟﺪﻣﺸﻘﻲ . ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺍﻟﻮﻟﻴﺪ ﺑﻦ ﻣﺴﻠﻢ . ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺭﻓﺎﻋﺔ ﺍﻟﺴﻼﻣﻲ . ﺣﺪﺛﻨﻲ ﺃﺑﻮ ﺧﻠﻒ ﺍﻷﻋﻤﻰ ﻗﺎﻝ ﺳﻤﻌﺖ ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻳﻘﻮﻝ ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ : ﻳﻘﻮﻝ ﺇﻥ ﺃﻣﺘﻲ ﻻ ﺗﺠﺘﻤﻊ ﻋﻠﻰ ﺿﻼﻟﺔ . ﻓﺈﺫﺍ ﺭﺃﻳﺘﻢ ﺍﺧﺘﻼﻓﺎ ﻓﻌﻠﻴﻜﻢ ﺑﺎﻟﺴﻮﺍﺩ ﺍﻷﻋﻈﻢ

“Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu,

*apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas (as-sawad al a’zham)*
(HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih)

*JANGAN MEMENCILKAN DIRI PADA GOLONGAN MINORITAS DAN TERSEMBUNYI*

ﻻ ﻳﺠﻤﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻣﺮ ﺃﻣﺘﻰ ﻋﻠﻰ ﺿﻼﻟﺔ ﺃﺑﺪﺍ ﺍﺗﺒﻌﻮﺍ ﺍﻟﺴﻮﺍﺩ ﺍﻷﻋﻈﻢ ﻳﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻣﻦ ﺷﺬ ﺷﺬ ﻓﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ

“Allah tidak akan membiarkan ummatku dalam kesesatan selamanya. Ikutilah As-Sawad Al-A’zhom. Tangan (rahmah dan perlindungan) Allah bersama jamaah.

*Barangsiapa menyendiri/menyempal, ia akan menyendiri/menyempal di dalam neraka.*

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Ibnu Abbas juz 1 hal. 202 nomor 398 dan dari Ibnu Umar juz 1 hal. 199 nomor 391 (Jami’ul Ahadits: 17.515

*JGN MAIN MAIN DAN DI ANGGAP SEPELE !!*

Jaga diri dan keluarga anda sebab Rasulullah telah mengingatkan kita semua untuk berhati hati. INTAHA

*By.Von Edison Alouisci*
8 pebruari 2018.
.

Whatsapp
+6281273311201
.
BBM : VON6666
.
CHANEL TELEGRAM
http://tlgrm.me/von_edison_alouisci
.
CHANEL LINE :
https://line.me/R/ti/p/%40cpu9611w
.
FANS PAGE FB :
http://www.facebook.com/von.edison.alouisci
.

Kamis, 08 Februari 2018

Kedamaian Hidup D3ngan Keluarga

Gaji 100 Juta....

Seorang manager yang memiliki gaji 100 juta perbulan tengah berdiri di tepi pantai dan memandang ke arah laut, ketika seorang nelayan merapatkan perahunya.

Manager itu bertanya :
Berapa lama waktu yang anda habiskan untuk menangkap ikan sebanyak ini?

“Tidak lama, cukup 5 jam,” jawab nelayan.

“Mengapa tidak pergi lebih lama lagi dan menangkap lebih banyak lagi ?”

“Ini sudah cukup buat keluargaku.”

“Apa yang Anda lakukan diluar menangkap ikan?”

“Bermain dengan anak-anakku, tidur siang, makan siang bersama keluargaku, mengantar dan jemput anak ke sekolah, bermain gitar, ngobrol dengan teman-temanku, ya, hidup yang begitu kunikmati.”

“Aku punya ide untuk membantumu,” ujar si manager.

“Aku lulusan master dari Amerika,Saranku, habiskan waktumu lebih banyak utk menanggkap ikan, beli perahu yang lebih besar, dapat lebih banyak uang, beli lagi beberapa perahu.’

Jangan jual ikan keperantara, jual langsung ke pengolahan sampai Anda memiliki pabrik sendiri.
Kendalikan produk, distribusi dan produksinya.
Setelah itu anda pindah ke kota besar, kemudian ke luar negeri untuk mengembangkan usaha ini.”

“Menarik,Tapi berapa lama waktu yg dibutuhkan supaya aku bisa seperti itu?” tanya nelayan mulai tertarik.

“Lima belas tahun paling cepat. Dua puluh tahun paling lambat,” jawab si manager.

“Setelah itu pak, Pak ?”

“Inilah bagian yang paling menarik,
Anda bisa menjual saham perusahaan di bursa dan menghasilkan uang miliaran.”

“Wah, miliaran ya.
Lalu apa setelah itu Pak?”

“Lalu, Anda bisa istirahat dan pulang ke rumah.
Pindah ke desa kecil di tepi laut, memancing, bermain dengan anak-anak, tidur siang, makan bersama istri, mengantar anak ke sekolah,  bermain gitar serta ngobrol dengan teman2 dekat.

Oooooooh..

kalau TUJUAN AKHIR nya cuma itu, sekarang SAYA SUDAH MENDAPATKAN apa yang SAYA INGINkan,

Kalau menunggu 20 tahun lagi, anak-anak saya sudah besar, 
jadi gak mungkin lagi saya bermain dan mengantar mereka ke sekolah sahut si nelayan sambil meninggalkan manager yg kebingungan.

Moral of Story :
Jangan lewatkan GOLDEN MOMENT bersama ANAK-ANAK & KELUARGAmu.
Karena HAL INDAH  ini TIDAK AKAN TERULANG DUA KALI dalam kehidupanmu.
Syukurilah semua hal baik yang kau miliki bersama keluarga mu saat ini.

Dalil Haul

HAUL

--
A. Pengertian
Secara bahasa haul adalah setaun secara istilah adalah peringatan satu tahun meninggalnya seseorang. Dalam acara haul biasanya terdapat beberapa kegiatan diantaranya: ziarah, dzikir, tahlil, halaqah, manaqib, tausyrah, bakti social, dan lain sebagainya

B. Dalil-dalil haul
Ada banyak dalil syar’I tentang haul diantaranya dalam kitab Al-kawakib ad-Durriyah, juzI, hlm 32 diterangkan:

قَالَ اْلوَاقِدِ وَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزُوْرُ قَتْلَ أُحُدٍ فِىْ كُلِّ حَوْلٍ وَاِذَا لَقَاهُمْ بِالشَعْبِ رَفَعَ صَوْتَهُ يَقُوْلُ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ وَكَانَ اَبُوْ بَكْرٍ يَفْعَلُ مِثْلَ ذَالِكَ وَكَذَالِكَ عُمَرُ بْنُ اْلخَطَّابِ ثُمَّ عُثْمَانَ. وَفِى نَهْجِ اْلبَلَاغَةِ – اِلَى اَنْ قَالَ- وَفِى مَنَاقِبِ سَيِّدِ الشُّهَدَاءِ حَمْزَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ لِلسَّيِّدِ جَعْفَرِ اْلبَرْزَنْجِْي قَالِ: وَكَانَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالَّسلَامُ يَأْتِي قُبُوْرَ الشُّهَدَاءِ بِأُحُدٍ عَلَى رَأْسِ كُلِّ حَوْلٍ-الخ.

Al-waqidi berkata: Rosul mengunjungi makam para pahlawan Uhud setiap tahun. Jika telah sampai di Syi’ib ( tempat makam mereka ), Rosul agar keras berucap : Assalamu ‘alaikkum bima sahabartum faniqma ‘uqba ad-dar (semoga kalian selalu beroleh kesejahteraan atas kesabaran yang telah kalian lakukan. Sungguh, akhirat tempat yang paling nikmat . Abu Bakar, Umar, Utsman juga melakukan hal yang serupa. Sampai kata-kata…Dalam Manaqib sayyid as-Syuhada Hamzah bin abi Tholib yang ditulis Sayyid Ja’far al-Barzanjy, dia berkata : Rosululoh mengunjungi makam Syuhada Uhud setiap awal tahun..

Dalil kedua , al-fatawa al-Kubra, juz II hlm, 18 : Ahkam al-fukaha, juz III, hlm. 41-42 :

ذِكْرَ يَوْمِ اْلوَفَاةِ لِبَعْضِ اْلاَوْلِيَاءِ وَالْعُلَمَاءِ مِمَّا لَا يَنْهَاهُ الشَّرِيْعَةُ الْغُرَّاءُ، حَيْثُ اَنَّهَا تَشْتَمُِ غَالِبًا عَلَى ثَلَاثَةِ أُمُوْرٍ مِنْهَا زِيَارَةُ اْلقُبُوْرِ، وَتَصَدُّقُ بِاْلمَأْكُوْلِ وَاْلمَشَارِبِ وَكِلَاهُمَا غَيْرُ مَنْهِيٍّ عَنْهُ، وَمِنْهَا قِرَاَةُ اْلقُرْآنِ وَاْلوَعْدِ الدِّيْنِي وَقَدْ يُذْكَرُ فِيْهِ مَنَاقِبُ اْلمُتَوَفَّى وَذَالِكَ مَسْتَحْسَنٌ لِلْحَثِّ غَلَى سُلُوْكِ الطَّرِيْقَتِهِ اْلمَحْمُوْدَةِ كَمَا فِى الْجُزْءِ الثَّانِى مِنَ الْفَتَوِى اْلكُبْرَى لِاِبْنِ حَجَرٍ وَنَصَّ عِبَاَرتُهُ: عِبَارَةُ شَرْحَيِ اْلعُبَابِ: وَيَحْرُمُ النَّدْبُ مَعَ اْلبُكَاءِ كَمَا حَكَاهُ فِى اْلاَذْكَارِ وَجَزَمَ بِهِ فِى اْلمَجْمُوْعِ وَصَوَّبَهُ اْلاَسْنَوِي-اِلَى اَنْ قَالَ-اِلَّا ذِكْرُ مَنَاكِبِ عَالِمٍ وَرَعٍ اَوْ صَالِحٍ لِلْحَثِّ عَلَى سُلُوْكِ طَرِيْقَتِهِ وَحُسْنُ الظَّنِّ بِهِ بَلْ هِيَ حِيْنَئِذٍ بِالطَّاعَةِ أَشْبَهُ لِمَا يَنْشَأُ عَنْهَا مِنَ اْلبِرِّ وَالْخَيْرِ وَمِنْ ثَمَّ مَازَالَ كَثِيْرً مِنَ الصَّحَابَةِ وَغَيْرِهِمْ مِنَ اْلعُلَمَاءِ يَفْعَلُوْنَهَا عَلَى مَمَرِّ اْلاِعْصَارِ مِنْ غَيْرِ اِنْكَارٍ. 

Memperingati hari wafat para wali dan para ulama termasuk amal yang tidak dilarang agama. Ini tiada lain karena peringatan itu biasanya mengandung sedikitnya 3 hal : ziarah kubur, sedekah makanan dan minuman dan keduanya tidak dilarang agama. Sedang unsur ketiga adalah karena ada acara baca al’qur’an dan nasehat keagamaan. Kadang dituturkan juga manaqib ( biografi ) orang yang telah meninggal. Cara ini baik baik untuk mendorong orang lain untuk mengikuti jalan terpuji yang telah dilakukan si mayit, sebagaimana telah disebutkan dalam qitab fatawa al-Kubara,juz II, Ibnu Hajar, yang teksnya adalah ungkapan terperinci dari al-Ubab adalah haram meratapi mayit sambil menangis seperti diceritakan dalam kitab al-Azkar dan dipedomani dalam al-Majmu’, al-Asnawi membenarkan cerita ini. Sampai pernyatan …kecuali menuturkan biografi orfang alim yang Wira’i dan sleh guna mendorong orang mengikuti jalannya dan berbaik sangka dengannya. Juga agar orang bisa lagsung berbuat taat, melakukan kebaikan seperti jalan yang telah dilalui almarhum. Inilah sebabnya sebian sahabat dan ulama selalu melakukan hal ini sekian kurun waktu tanpa ada yang mengingkarinya. 

Dari dalil-diatas dapat disimpulkan bahwa peringatan haul itu dapat dibenarkan secara syara’

islamuna(dot)info

Hijrah Yang Salah

Ustadz

Dimana saya harus Ngaji ?
Kemana saya harus Hijrah ?

Pertanyaan paling banyak masuk kepada kami

Karena,

Banyak diantara yang baru ngaji
"Terjerumus" ke kelompok pengajian yang mendoktrin

Bahwa merekalah
Yang paling ahlus sunnah
Selain mereka ahli bid'ah, sesat, dholalah

Ustadz mereka saja yang layak didengarkan
Sedangkan selain mereka berbahaya, penuh syubhat, sesat dan menyesatkan

Mereka mendoktrin
Manhaj salaf hanyalah kelompok mereka
Selain mereka bukan "salaf" dan masuk dalam 72 golongan yang layak masuk neraka

Da'i selain mereka dicap penuh syubhat
Berbahaya dan tak boleh didengarkan ucapannya

Dan hanya pendapat mereka yang benar
Selain mereka semuanya salah dan tak ada kebenarannya

Mereka senang mencari-cari kesalahan para da'i selain kelompok mereka
Dan tak segan menjatuhkan kehormatan dan menyebarkannya

Mereka tidak mau bersatu dan enggan menolong selain mereka
Ketika jamaah kaum muslimin sepakat dalam kebaikan
Mereka pasti menyelisihi

Sehingga mereka menyendiri seolah merasa Ghuroba'
Padahal itu karena Ghuluw dan Hizbiyyah yang telah mengotori jiwa

Setiap bertemu saudara sesama muslim
Bukan cinta dan ukhuwah yang dikedepankan
Curiga dan penuh tanya, manhajmu apa, ngaji pada siapa, di radio apa

Ketika melihat penampilan kita berbeda dengan mereka
Lantas mereka berpaling, seolah berkata "Anta Laisa Minnaa", Kamu bukan kelompokku
Dan terbersit di hati, "Ana Khayrun Minhu", Aku lebih baik darinya

Saudaraku, jika engkau temukan tanda tanda itu
Maka jaga dirimu

Bersamalah dengan kaum muslimin
Ikutilah Ustadz pemersatu yang santun dan penuh kasih

Maka waspadalah dengan kelompok yang merasa "paling segalanya" tersebut
Kelompok yang mendoktrin menjadi sombong dan merendahkan sesamamu

Dan khas,
Mereka bicara bak tuhan yang paling benar di sosial media

Maka,
Jika kita berlepas diri dari mereka
Kita akan di hujani dengan fitnah dan tuduhan tak bertepi dari mereka

Tapi,
Bersabarlah, dan carilah keridhoan Rabbmu semata
Mengaji dan berhijrahlah, yang membuatmu semakin berakhlaq mulia
Santun, pengasih dan tawadhu' kepada sesama

Buka mata, telinga dan hati kita

Ummu Sulaym Ferihana
Mudarrisah di Madrosah Uwais Al Qarniy

Rabu, 07 Februari 2018

8 JENIS REZEKI DARI ALLAH

1.Rezeki Yang Telah Dijamin.

‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya."
(Surah Hud : 6).

2. Rezeki Karena Usaha.

‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).

3. Rezeki Karena Bersyukur.

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(Surah Ibrahim : 7).

4. Rezeki Tak Terduga.

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Karena Istighfar.

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

6. Rezeki Karena Menikah.

‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."
(Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Karena Anak.

‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa' : 31).

8. Rezeki Karena Sedekah

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Surah Al-Baqarah : 245).

Wallahu A'laam

Semoga Bermanfaat

Order sarung BHS, baju muslim, dan surban via WA 0812 8491 9753