Pada tanggal 26 Desember 1915 ketika Perang Dunia I berkecamuk, pasukan Wahabi di bawah pimpinan Ibnu Saud mengkhianati Khalifah Utsmaniyyah dengan mengikat kerjasama militer kepada Inggris. Mereka kemudian menyerang Hijaz (Makkah dan Madinah) dan berhasil menguasainya.
Dua tahun kemudian, di bawah pimpinan Letnan Jendral Fakhruddin Pasha, pasukan Utsmaniyah merebut kembali Hijaz dari tangan Wahabi. Saat itu beliau bersumpah kepada pasukannya di depan makam Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam bahwa ia takkan menyerah kepada pasukan Wahabi maupun Inggris, sebagaimana wasiat yang ia terima dari Rasulullah dalam mimpi.
Hal yang pertama kali dilakukan Fakhruddin Pasha ketika menguasai Hijaz adalah memindahkan pusaka peninggalan Rasulullah dari Madinah ke Istanbul, demi menjaga penjarahan dan penghancuran bila dikuasai pasukan Wahabi. Peristiwa ini terjadi tanggal 17 April 1917.
Berkat jasanya ini, hingga sekarang kita masih bisa menyaksikan peninggalan-peninggalan suci Rasulullah berupa helai rambut, pedang, busur, pakaian, mushaf-mushaf Al-Quran, mauskrip kuno dan pusaka lainnya di Musium Topkapi Istanbul, Turki.
Rabu, 18 Juli 2018
Suktan Ustmany Memindahkan Peninggalan Nabi
Senin, 16 Juli 2018
Ratib
keutamaan ratib al haddad dan ratib al attas
Secara umum Ratib berfadhilah sebagai berikut :
Menjaga batin kita dari kemunafikan
Dapat mencegah su’ul khotimah.
Meluaskan rezeki.
Melapangkan kesempitan.
Mencegah bahaya dan mengembalikannya.
Menjadikan hidup berkah, bercahaya.
Membentengi diri dari aqidah sesat dan kezhaliman.
Merupakan pagar pelindung bagi diri, keluarga, dan harta.
Memohon ampun dari dosa-dosa, panjang umur diberi keberkahan dalam hidup dan untuk anak cucu Dll.
Sebenarnya banyak sekali kegunaan Ratib ini. Dengan pengamalan yang istiqomah akan mendatangkan keberkahan yang sempurna. Cara membacanya adalah dengan meniatkan apa yang menjadi keinginan kita. Jika diniatkan untuk pengobatan dibaca di air untuk dimandikan dan diminum
Faidah Ratib Al-Athtas
Ratib Al-Attas ini dikarang oleh al-Habib Umar bin Abdurrahman al-Attas dan sekarang telah berusia kira-kira 400 tahun. Ratib yang dimaksudkan di sini berasal dari perkataan (rattaba) berarti mengatur atau menyusun. Ratib adalah sesuatu yang tersusun, teratur dengan rapinya. Ratib al-Attas mengandung zikir, ayat-ayat al-Quran dan doa-doa yang telah disusun oleh al-Habib Umar bin Abdul Rahman al-Attas yang juga dibaca pada waktu-waktu yang tertentu. Istilah Ratib digunakan kebanyakkan di negeri Hadhramaut dalam menyebut zikir-zikir yang biasanya pendek dengan bilangan zikir yang sedikit (seperti 3, 7, 10, 11 dan 40 kali).
Ratib ini hingga kini banyak dibaca di negara-negara seperti di Afrika termasuk Darussalam, Mombassa dan Afrika Selatan. Juga di Inggris, Burma (Myanmar), India dan negara-negara Arab. Di Afrika disebarkan oleh murid-murid al-Habib Ahmad bin Hasan seperti al-Habib Ahmad Masyhur al-Haddad dan lain-lain. Di India, Kamboja dan Burma oleh al-Habib Abdullah bin Alawi al-Attas. Sehingga sekarang kumpulan-kumpulan ratib al-Habib Umar atau Zawiyah masih diamalkan di Rangoon dan di beberapa daerah di Burma. Tetapi mereka lebih terkenal di sana dengan Tariqah al-Attasiyah
Keutamaan Ratib Al-Athtas
Berkata sebagian ulama ahli salaf, diantara keutamaan ratib ini bagi mereka yang tetap mengamalkannya, adalah dipanjangkan umur, mendapat Husnul-Khatimah, menjaga segala kepunyaannya di laut dan di bumi dan senantiasa berada dalam perlindungan Allah.
Bagi mereka yang mempunyai hajat yang tertentu, membaca ratib pada suatu tempat yang kosong dengan berwudlu, mengadap kiblat dan berniat apa kehendaknya, Insya-Allah dikabulkan oleh Allah. Para salaf berkata Ratib amat mujarrab dalam menyampaikan segala permintaan jika dibacanya sebanyak 41 kali.
Antara kelebihan ratib ini adalah, ia menjaga rumahnya dan 40 rumah-rumah tetangganya dari kebakaran, kecurian dan terkena sihir. As-Syeikh Ali Baras berkata: “Apabila dibaca dalam suatu kampung atau suatu tempat, ia mengamankan ahlinya seperti dijaga oleh 70 pahlawan yang berkuda. Ratib ini mengandungi rahasia-rahasia yang bermanfaat. Mereka yang tetap mengamalkannya akan diampunkan Allah dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di laut.”
Bagi mereka yang terkena sihir dan membaca ratib, Insya-Allah disel... Baca selengkapnya
Benci Arab Merupakan Sifat Munafik
BEDANYA PEMAHAMAN PERKARA MUNAFIK ANTARA SAHABAT NABI SAW DENGAN KAUM MUSLIMIN SAAT INI
Oleh : KH.DR. Abdi Kurnia Djohan ( Abu Talat Aulad Djohan )
Handzolah radhiyallahu anhu pernah mengira dirinya terkena penyakit nifāq (munafik) karena ia merasakan keadaan jiwa yang berbeda ketika bersama Rasulullah dan ketika bersama keluarganya.
Pada saat bersama-sama dengan Rasulullah, Handzolah merasakan nikmatnya taqarrub (berdekatan dengan Allah). Matanya selalu menangis ketika Rasul menyebut Allah, surga dan neraka. Namun, keadaan itu tidak Handzolah rasakan ketika sedang bersama keluarganya. Handzolah selalu digoda dengan tawa oleh keluarganya. Seakan dia akan hidup lama di dunia. Tangis rindu kepada Alloh pun lenyap ketika kebersamaan dengan keluarganya menggelora.
Handzolah panik. Apakah ia telah terjangkit munafik?
Kondisi yang dialami Handzolah itu berbeda dengan sebagian orang yang mengaku umat Muhammad pada zaman now. Bisa dikatakan bahwa kekhawatiran terkena penyakit nifaq atau munafik itu, nyaris tidak ada.
Jika dulu, Handzolah takut mengkhianati Rasulullah. Sebagian umat Rasul zaman now kini bahkan berani mengolok-olok Arab yang notabene adalah kebangsaan Rasulullah. Padahal mengolok-olok Arab sama saja mengolok-olok Rasulullah.
Apakah ada dalilnya?
Jawabnya ada, bahkan Imam al-Hakim menilai haditsnya shahih:
تبْغِضُ العَربَ تُبغضنِي
Membenci Arab berarti membenci aku (sebagaimana dikutip Syaikh Yasin al-Fadani di dalam al-Arba'un al-Buldaniyyah)
Parahnya lagi, penilaian tidak adil terhadap Rasulullah dan para sahabat kini gencar dilakukan di media sosial. Dan anehnya, mereka yang melakukan itu juga bangga menggunakan simbol-simbol Islam, seperti surat Yasin, surat al-Ikhlas dan terlebih sering al-Fatihah.
Orang-orang yang suka mengolok-olok Rasulullah dan para sahabat itu juga sering mengatakan dungu terhadap orang yang mengamalkan sunnah. Entah kebetulan atau disengaja, apa yang mereka katakan itu agak-agak mirip dengan isi surat al-Baqarah ini;
(وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ ۗ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَٰكِنْ لَا يَعْلَمُونَ)
Dan apabila dikatakan kepada mereka, " berimanlah kalian, seperti orang-orang itu beriman", mereka menjawab ," apakah kami akan beriman seperti orang-orang bodoh beriman?" Ketahuilah merekalah orang-orang bodoh itu akan tetapi mereka tidak mengetahui."
[Surat Al-Baqarah 13]
Betapa beruntungnya Handzolah yang telah merasakan nikmatnya iman dan mengetahui bahayanya nifaq.
Semoga Allah anugerahkan kepada kita nikmat imannya Handzolah.
Wallahu a'lam Bishowab
Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
Minggu, 15 Juli 2018
Cinta Auliya
PERLUNYA MENCINTAI WALIYULLAH
Imam al-Ghozali bertutur:
ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺩﺕ ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭ ﺍﻵﺧﺮﺓ ؛ ﺍﺟﻌﻞ ﻧﻔﺴﻚ ﻓﻲ ﻗﻠﺐ ﻭﻟﻲ ﻣﻦ ﺃﻭﻟﻴﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ
ﻗﻴﻞ ﻟﻪ : ﻛﻴﻒ ﺫﻟﻚ ؟
ﻗﺎﻝ : ﺗﺤﺒﻬﻢ ﻓﻴﺤﺒﻮﻧﻚ ؛ ﻓﺈﻥ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ ﻫﻲ ﻣﺤﻞ ﻧﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻟﻌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺠﺪﻙ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ ﻓﻴﺮﺣﻤﻚ ، ﻓﺈﻥ ﺃﺣﺒﺒﺘﻪ ﻭ ﺍﺳﺘﻘﻤﺖ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺩﺏ ﻣﻌﻪ ﻭ ﺣﺎﻓﻈﺖ ﻋﻠﻴﻪ ﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ ﺳﺒﺐ ﺍﺷﺘﻴﺎﻗﻪ ﻟﻚ ؛ ﻓﺈﺫﺍ ﺍﺷﺘﺎﻕ ﻟﻚ ﺗﺄﺗﻴﻚ ﻫﻤﺔ ﻭ ﻓﻴﻮﺿﺎﺕ ﺑﻘﺪﺭ ﺍﺷﺘﻴﺎﻗﻪ ﻟﻚ ، ﻭ ﺇﺫﺍ ﺭﺃﻳﺘﻪ ﻭ ﺃﻧﺖ ﺗﺤﺒﻪ ﻳﺴﺮﻱ ﻣﻦ ﻗﻠﺒﻪ ﺇﻟﻰ ﻗﻠﺒﻚ ﺃﺣﻮﺍﻝ ﻻ ﺗﺴﺘﻄﻴﻊ ﺍﻛﺘﺴﺎﺑﻬﺎ ﺑﻤﻔﺮﺩﻙ ؛ ﻷﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺤﺒﻪ ﻭ ﺍﻟﻘﺮﺏ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺩﺭﺟﺎﺕ
Jika engkau menginginkan selamat di kehidupan dunia dan akhirat, jadikan dirimu berada di dalam hati para wali ALLAH SWT.
Ditanyakan hal tersebut; “Bagaimana hal itu bisa terjadi”
Imam Ghozali menjawab: “Dengan cara… Engkau mencintai para wali ALLAH, maka niscaya mereka akan mencintai-mu.
Sejatinya hati para wali ALLAH adalah tempat pandangan rahmat ALLAH SWT. Apabila ALLAH mendapatkan dirimu didalam hati mereka para wali-NYA, niscaya ALLAH akan merahmatimu…
Maka jika engkau mencintai wali ALLAH, lazimkanlah adab sopan santun ketika bersama mereka dan jagalah wali ALLAH…
Hal tersebut akan menjadi sebab kerinduan wali ALLAH kepada dirimu…
Apabila sang wali ALLAH telah rindu kepadamu, niscaya semangat akan datang kepadamu…
Semangat itu akan mengalir, akan kuat sesuai dengan tingkat kerinduan sang wali kepadamu…
Jika engkau melihat sang wali dengan perasaan cinta kepadanya…Akan mengalirlah dari hatinya ke hatimu, keadaan, maqom, kedudukan yang mana engkau tidak akan mampu mendapatkan kedudukan itu dengan usahamu sendiri…
Karena sesungguhnya manusia didalam tingkat kecintaan, tingkat dekatnya kepada ALLAH berbeda-beda bergantung dengan derajatnya masing-masing...”
Cahaya Nabawi @Haddadiyah
Wallahu a'lam Bishowab
Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
Keadilan Allah SWT
** KISAH NABI MUSA As. INGIN MELIHAT KEADILAN ALLAH **
Pada suatu hari Kalimullah, Nabi Musa AS bermunajat kepada ALLAH SWT di bukit Tursina.
Beliau memohon kepada ALLAH,
"Ya, ALLAH tunjukkanlah keadilan-MU kepadaku."
Maka ALLAH menjawab permohonan Nabi Musa AS,
"Jika Aku menampakkan keadilan-KU kepadamu, engkau tak akan dapat bersabar, dan tergesa-gesa menyalahkanku."
"Dengan taufik-MU." kata Musa," "Aku akan dapat bersabar menerima dan menyaksikan keadilan-MU."
ALLAH SWT menjawab, "Kalau begitu, pergilah engkau ke perigi itu". Bersembunyilah engkau di dekatnya dan saksikan apa yang akan terjadi."
Maka Nabi Musa pun segera menuju tempat mata air yang ditunjukkan oleh ALLAH SWT, segera beliau bersembunyi di atas pokok yang berdekatan dengannya
Beberapa waktu kemudian datanglah seorang penunggang kuda. Dia turun dari kudanya, lalu berwudhu dan meminum airnya. Setelah itu ia solat dan meletakkan kantong di sisinya yang berisi wang seribu dinar.
Setelah selesai solat, penunggang
kuda tadi segera pergi dengan
terburu-buru sehingga terlupa kantong wangnya tertinggal.
Tidak lama kemudian datang seorang anak kecil yang ingin meminum di perigi itu.
Dia melihat sebuah kantong ditempat itu, dia mengambilnya,
setelah itu segera pergi dari tempat tersebut.
Setelah anak kecil tadi berangkat,
datanglah seorang tua yang buta, dia meminum dan kemudian berwudhu, lalu solat.
Beberapa saat kemudian datanglah penunggang kuda yang ketinggalan kantongnya tadi.
Dia menemukan seorang tua yang sedang berada tempat itu.
Si penunggang kuda berkata: "kamu pasti mengambil wangku yang tertinggal di sini."
Betapa terkejutnya bukan kepalang si tua yang buta itu..
Dia berkata:
"Bagaimana aku dapat mengambil kantung wangmu sementara mataku tidak dapat melihat."
Penunggang kuda berkata:
"kamu jangan berdusta, tidak ada lagi orang selain kamu di sini."
Si tua menjawab, "Betul, saya memang disini tapi tidakkah kamu
nampak yang mataku tak dapat
melihat."
Si penunggang kuda itupun berkata, "Mengambil kantong tidak
semestinya dengan mata ! Tetapi
dengan tangan! Tanganmu boleh
mengambil kantongku,Kembalikan.
Akhirnya sipenunggang kuda tidak
sabar sehingga segera membunuh
orang tua buta itu. Setelah itu, dia
segera menggeledahnya, tetapi
kantong yang berisi wang tidak
ditemukan. Maka dia segera pergi
meninggalkan mayat si tua tadi.
Ketika Nabi Musa melihat peristiwa yg baru saja terjadi, beliau berkata ;
"Ya Tuhan, aku tidak sabar akan kejadian ini. Namun, aku yakin Engkau sangat adil.Kenapa engkau melakukan yang sedemikian ?"
Tidak lama kemudian, datanglah Jibril AS, dan berkata,:
"ALLAH memerintahkanku untuk menyampaikan penjelasan-NYA
kepadamu.
DIA menyebutkan bahwa diri-NYA maha mengetahui hal-hal ghaib yang engkau tidak ketahui. DIA menyebutkan bahwa anak kecil yang mengambil kantong milik si penunggang kuda itu sebenarnya sedang mengambil haknya semula."
"Pada waktu dulu, ayah anak kecil itu bekerja pada si penunggang kuda itu.
Namun secara zalim ayah anak tadi tidak dibayar atas pekerjaan yang dilakukannya.
Jumlah yang harus dibayarkan kepada ayah anak itu adalah sejumlah wang yang ada dalam kantong tersebut.
Adapun orang tua buta yang mati dibunuh tadi adalah orang yang telah membunuh ayah anak kecil itu dulunya, sebelum si tua itu
mengalamikebutaan"Demikianlah.
Sungguh Maha BesarALLAH SWT yang telah berfirman,:
"Tidakkah kamu perhatikan bahwa
ALLAH mengetahui apa yang ada di langit dan bumi? Tiada pembicaraan rahsia antara tiga orang melainkan keempDIAatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang melainkan DIA lah yang keenamnya.
Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih ramai melainkan DIA berada bersama mereka dimanapun mereka berada.
Kemudian DIA akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan.
Sesungguhnya ALLAH Maha
Mengetahui Segala Sesuatu."
(QS.Al-mujadalah: 7).
"DIA lah ALLAH, Yang tiada Tuhan
selain DIA, Yang mengetahui yang
ghaib dan yang nyata. DIA lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
" (QS Al-Hasyr: 22).
- Ustaz Iqbal Zain Al Jauhari
Sumber : Fp Al Madad Ya Rasulallah
** UMAT NABI MUHAMMAD SAW DIKUMPULKAN MENJADI 12 GOLONGAN **
Didalam Hadits diceritakan, Dari Mu'adz bin jabal ra. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : "Apabila telah datang hari kiamat. hari kesedihan dan hari penyesalan, maka Allah SWT. mengumpulkan umatku dari kubur mereka menjadi 12 golongan.
Adapun yang PERTAMA adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan tidak memiliki tangan dan kaki. kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah yang maha penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang menyakiti tetangganya, mati sebelum bertaubat. maka inilah balasan untuk mereka dan ke Nerakalah tempat mereka akan kembali".
Yang KEDUA adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam bentuk hewan melata, ada yang mengatakan hewan itu adalah babi hutan, kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah yang maha penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang lengah dalam mengerjakan sholat, dan mati sebelum bertaubat, maka inilah balasan bagi mereka, dan ke nerakalah tempat mereka akan kembali".
Adapun Golongan yang KETIGA adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan perut yang besar bagaikan gunung yang dipenuhi oleh ular dan kalajengking, mereka itu seperti keledai, kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah yang maha penyayang," Mereka itu adalah orang-orang yang enggan membayar zakat dan mati sebelum bertaubat.
Golongan yang KE-EMPAT adalah : Mereka dikumpulakan dari kuburnya dalam keadaan mengalir darah dari mulutnya, sedangkan usus mereka menjulur ketanah, serta dari mulut mereka keluar api, maka ada pemanggil dari hadapan Allah yang maha penyayang," mereka itu adalah orang-orang yang berdusta didalam berjualan dan pembelian, dan mereka mati sebelum bertaubat, maka inilah pembalasan bagi mereka. dan ke nerakakah tempat mereka akan kembali.
Golongan yang KELIMA adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan berbau busuk, yang baunya melebihi dari bangkai. kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah Yang maha penyayang," mereka itu adalah orang-orang menyembunyikan kemaksiatanya dengan samar dari hadapan manusia dan tidak takut dihadapan Allah SWT. mereka mati sebelum bertaubat. maka inilah pembalasan bagi mereka dan ke nerakalah tempat mereka akan kembali.
Golongan yang KE-ENAM adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan terputus lehernya dari belakang. maka ada pemanggil dari hadapan Allah yang maha penyayang, "mereka itu adalah orang-orang tidak menyaksikan dan membuat kedustaan dan mereka mati sebelum bertaubat, maka inilah pembalasan bagi mereka dan ke nerakalah tempat mereka akan kembali.
Golongan yang KETUJUH adalah : Mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan tidak mempunyai lidah dan dari mulutnya mengalir nanah dan darah. maka ada pemanggil dari hadapan Allah yang maha penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang mencegah memberikan kesaksian yang benar dan mati sebelum bertaubat. maka inilah balasan bagi mereka dan ke nerakalah tempat mereka akan kembali.
Golongan KEDELAPAN Adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan menundukan kepalanya, sedangkan kaki mereka berada di atas kepalanya, serta dari farjinya mengalir nanah yang kental. maka ada pemanggil dari hadapan Allah yang maha penyayang," mereka itu adalah orang-orang yang berzina dan mati sebelum bertaubat. maka inilah balasan bagi mereka dan ke nerakalah tempat mereka akan kembali.
Golongan yang KE-SEMBILAN adalah : Mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan wajah yang hangus, kedua matanya melotot, serta diperutnya dipenuhi dengan Api. maka ada pemanggil dari Hadapan Allah yang maha penyayang," mereka itu adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan aniaya dan mati sebelum bertaubat. maka inilah balasan bagi mereka dan ke nerakalah mereka akan kembali.
Golongan yang KE-SEPULUH adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan berpenyakit kusta dan belang, Maka ada pemanggil dari hadapan Allah yang maha penyayang" Mereka itu adalah orang-orang berbuat durhaka kepada kedua orang tua dan mati sebelum bertaubat, Maka inilah balasan bagi mereka dan ke nerakalah tempat mereka akan kembali.
Adapun golongan yang KE-SEBELAS adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan buta hatinya, giginya bagaikan tanduk, bibirnya sama kenser diatas dadanya, lidahnya menjulur di atas perutnya, perut mereka seakan menggantung ke pahanya, dan dari perutnya terus keluar kotoran, maka ada pemanggil dari hadapan Allah yang maha penyayang," mereka itu adalah orang-orang yang meminum arak dan mati sebelum bertaubat.
maka inilah balasan bagi mereka dan ke nerakalah tempat mereka akan kembali.
Adapun golongan yang KE-DUABELAS adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan Wajah mereka bersinar bagaikan bulan purnama, dan mereka ini melewati Shiratal Mustaqim cepat bagaikan kilat yang menyambar, maka ada pemanggil dari hadapan Allah SWT. yang maha penyayang," Mereka itu adalah orang-orang yang berbuat kebajikan, mencegah dari kemaksiatan, memelihara sholat lima waktu dengan berjamaah, dan mereka mati dalam keadaan bertaubat, Maka inilah balasan bagi mereka dan ke Surga-lah tempat mereka akan kembali, beserta ampunan, keridhoan, rahmat, dan kenikmatan Allah SWT. karena sesungguhnya mereka itu sama ridho kepada Allah SWT. dan Allah SWT. pun ridho kepada mereka.
Sumber : Buku kunci masuk Surga dan kenikmatanya
Allaahumma Solly Wasallim Alaa Sayyidinaa Muhammad Wa Ala Ali Sayyidinaa Muhammad
Yaa Allah Kumpulkan Hamba, Beserta orang melihat tulisan ini, membaca tulisan ini, me Like tulisan ini, mengomentari tulisan ini dan membagikan tulisan ini kedalam Golongan yang ke Duabelas..
Aamiin.. Aamiin.. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin..
Usir Anjing, tapi masih ada Tulang diRumah
بسم الله الرحمن الرحيم
KENAPA BANYAK YANG BERDZIKIR TAPI MEMBUAT DIA....
SEMAKIN DEKAT DENGAN SYAITAN . .
Seorang Murid Bertanya Kepada GURUnya (Imam Al Ghazali)
“Syeikh, “ Bukankah Dzikir Bisa
Membuat Seorang Beriman Lebih
Dekat Dengan Allah Ta’ala
Dan Syaitan Akan Berlari Jauh Darinya ?
“Benar,”
Jawab Imam al-Ghazali.
“Namun Kenapa Ada Orang Yang Semakin Rajin Berdzikir Justeru
Malah Semakin Dekat Dengan Syaitan ?”
Lanjut Sang Murid.
Gurunya Yang Diberi Gelar
Hujjatul Islam Inipun Bertutur.
“Bagaimana Pendapatmu,
Jika Ada Orang Yang Mengusir Anjing, Namun Dia Masih Menyimpan
Tulang Dan Berbagai Makanan
Kesukaan Anjing Disekitarnya ?”
“Tentu, Anjing Itu Akan Kembali
Datang Setelah Diusir.”
Jawab Sang Murid.
Imam al-Ghazali Menjelaskan,
Demikian Juga Dengan Orang-Orang Yang Rajin Berdzikir
Tapi Masih Menyimpan Berbagai Penyakit Hati Dalam Dirinya.
Syaitan Akan Terus Datang
Dan Mendekat Bahkan Bersahabat Dengannya.
Penyakit - Penyakit Hati Itu Ialah :
Seperti Kesombongan,
Irihati, Dengki, Syirik,
Bersikap /berucap Kasar, Riya,
Merasa Sholeh, Merasa Suci,
Ghibah, Marah
Dan Berbagai Penyakit Hati Lainnya.
Ketika Penyakit-Penyakit Itu Menghinggapi Diri Seorang Hamba,
Maka Syaitan Terlaknat
Akan Senantiasa Datang,
Mengakrabkan Diri,
Kemudian Menjadi Sahabat Karibnya.
Inilah Esensi Dari Dzikir Yang Kerap Dilupakan Oleh Mayoriti Kaum Muslimin
Mereka Hanya Fokus Pada
Dzikir jahr Dan Dzikir Sirr
Namun Tidak Melakukan
Pembersihan Hati...
Karena Dzikirnya Sebatas Jiwa...
Intinya Thoriqoh tanpa Tashawwuf itu jauh dari baik.....
Meskipun, Mereka Masih Lebih Baik Daripada Orang Buruk Yang
Tidak Berdzikir.
Sebagaimana Dinasihatkan Oleh
Imam Ibnu Athailah As-Sakandari, “Orang Yang Lalai Saat Berdzikir
Lebih Baik Daripada Orang Lalai
Yang Tidak Berdzikir.”
MAKA CARILAH GURU MURSYID
AGAR TERBIMBING HATI KITA....
SEMOGA KITA DAPAT RIDHO ALLAH SWT DENGAN WASILAH NABI MUHAMMAD SOLLALLOOHU 'ALAIHI WASALLAM DAN GURU2 KITA AAMIIIN YAA ROBBAL'AALAMIIN....
الهي انت مقصودي ورضاك مطلوبي اعطني محبتك ومعرفتك
والله الموفق الى اقوم الطريق
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته...